JawaPos.com - Kementerian PUPR pastikan jalan nasional hingga arteri di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa dilalui masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru tahun ini. Adapun kemantapan jalan nasional mencapai 92,36 persen dan
Untuk diketahui, jalan mantap adalah jalan nasional dalam kondisi baik dan sedang, sementara jalan yang di katakan tidak mantap adalah jalan nasional dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat.
"Pada Jalan Nasional tersebut, sepanjang 1.606 Km (92,36 persen) dengan kondisi mantap, sedangkan sepanjang 133 Km (7, 64 persen) dalam kondisi tidak mantap," kata Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Budiamin, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (8/12).
Dia menjelaskan, jalan nasional di Sulsel membentang sepanjang 1.739,20 Kilometer (Km) atau sebanyak 182 ruas. Terdiri dari Jalan Arteri Primer (JAP) 1220,30 Km dan Jalan Kolektor Primer (JKP-1) 518 Km.
Diikuti dengan penyediaan jembatan pada jalan nasional sebanyak 682 buah dengan panjang total 16.934 meter. Dalam hal ini, PUPR berkomitmen untuk meningkatkan layanan transportasi jalan guna mendukung kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas pada libur Mataru di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurut Budiamin, pada Jalan Nasional terdapat 27 titik yang rawan kemacetan dan 15 titik rawan banjir serta 102 titik rawan longsor. “Hingga saat ini, BBPJN Sulsel telah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) sebanyak 90 unit yang tersebar di 102 titik serta menyiapkan petugas posko darurat bencana," jelasnya.
Untuk Jalan Tol di Sulsel yang telah beroperasi ada dua ruas, pertama, ruas tol Ujung Pandang pada Seksi I - III sepanjang 10,08 Km dengan BUJT PT Makassar Metro Network (MMN). Kedua, ruas tol Makassar Seksi IV sepanjang 11,60 Km dan dioperasionalkan oleh PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE).
“Sedangkan untuk ruas tol yang belum operasional namun sudah dilakukan uji layak yaitu, Jalan Akses Tol Makassar New Port (MNP) sepanjang 3,20 Km,” jelas Budiamin.
Kepala BBPJN Sulsel, Asep Syarip Hidayat, mengatakan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Nataru pihaknya memastikan seluruh jalan nasional fungsional tidak ada lubang, serta terlengkapinya pemasangan rambu dan marka jalan, "dipastikan selambat-lambatnya pada H-10 (15 Desember 2023) tidak ada perbaikan jalan baik tol maupun non tol," tandasnya.