
Maket stadion internasional dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kota Banjarbaru seluas 28,7 hektare. (Pemprov Kalsel/Antara)
JawaPos.com–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menetapkan lokasi pembebasan lahan untuk pembangunan stadion bertaraf internasional di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, seluas 28,7 hektare.
Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan Dinas PUPR Kalsel M Rum Mapawa menjelaskan, guna mendukung proses pembebasan lahan untuk stadion itu, Pemprov Kalsel menyiapkan anggaran sekitar Rp 65 miliar dengan total 88 pemilik lahan yang terdampak.
”Penetapan lokasi ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses pembangunan stadion internasional. Kami memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar M Rum Mapawa seperti dilansir dari Antara.
Stadion tersebut, kata dia, untuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga secara memadai dalam meningkatkan prestasi olahraga di Kalimantan Selatan. Selain itu, kehadiran stadion diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menjadi pusat kegiatan masyarakat, baik bidang olahraga maupun hiburan.
Dia menyatakan, stadion dirancang sebagai ruang publik representatif yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, budaya, konser, serta berbagai agenda berskala besar lainnya.
Setelah selesai tahap pembebasan lahan, lanjut M Rum Mapawa, proses pembangunan dilanjutkan Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel. Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap persiapan tender dengan skema design and build.
Paket manajemen konstruksi telah mulai ditayangkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
”Manajemen konstruksi stadion sudah tayang di LPSE, sedangkan untuk fisiknya Bidang Cipta Karya masih dalam persiapan tender design and build. Karena skemanya design and build, pekerjaan fisik dan penyempurnaan desain akan berjalan bersamaan,” terang Rum Mapawa.
Pembangunan stadion internasional tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1 triliun yang dialokasikan untuk tiga tahun anggaran, yakni 2026 hingga 2028. Pada tahun pertama, pekerjaan akan difokuskan pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal.
Dengan ditetapkan lokasi pembangunan ini, Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan komitmen menghadirkan infrastruktur olahraga berstandar internasional yang mampu menjadi kebanggaan masyarakat di daerah dengan sebutan Banua itu. Sekaligus mendukung kemajuan daerah secara berkelanjutan.
”Target kami, akhir 2028 stadion sudah rampung,” tandas M Rum Mapawa.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
