
Omara Esteghlal raih penghargaan kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film Pengepungan di Bukit Duri melalui karakter Jefri. (Instagram @omara.esteghlal)
JawaPos.com - Kabar gembira datang dari Omara Esteghlal. Dilansir dari akun Instagram @festivalfilmid, Omara berhasil meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025 melalui penampilannya dalam film Pengepungan di Bukit Duri.
Prestasi ini terasa semakin spesial karena menjadi Piala Citra pertama yang berhasil dibawa pulang oleh Omara sepanjang kariernya.
Saat namanya disebut sebagai pemenang, sebagaimana dilansir dari TikTok @supramengkek, Omara terlihat sangat terharu dan bangga atas pencapaian yang telah ia perjuangkan selama ini.
Perannya sebagai Jefri dalam film tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membawa Omara pada penghargaan ini.
Jefri digambarkan sebagai karakter yang hidup dalam lingkungan yang keras, dan Omara berhasil membawakan karakter itu dengan nyata dengan aktingnya yang sangat bagus.
Ketika namanya disebut sebagai pemenang, Omara langsung berdiri dan berjalan ke depan untuk menyampaikan pidato berupa ucapan terima kasih yang tulus kepada keluarga yang selama ini mendukungnya.
“Aku ingin berterima kasih kepada keluarga ku, Bunda yang ada di sini. Abi sama Nona yang mungkin lagi nonton di rumah,” ucapnya,
Tidak hanya keluarga, Omara juga memberikan apresiasi kepada tim manajemen yang selalu mendampinginya selama ini.
Pidato Omara semakin menjadi sorotan ketika ia memberikan ucapan terimakasih dan cinta kepada wanita yang sangat penting dan ia sayangi dalam hidupnya, yaitu sang kekasih, Prilly Latuconsina.
“Dan juga untuk perempuan yang hebat sekali bisa mengurus semua acara ini, Ibu Prilly Latuconsina yang cantik di situ. Terima kasih. I love you," ujarnya.
Ucapan tersebut membuat penonton bersorak. Prilly diketahui adalah orang yang selalu mendukung perjalanan karir Omara.
Di tengah pidatonya, Omara kembali menjelaskan pesan yang dibawa oleh karakter Jefri.
Omara mengatakan bahwa tokoh tersebut tumbuh dari situasi yang penuh dengan kekerasan, kebencian, dan diskriminasi, sehingga memiliki emosional yang kuat.
“Karakterku Jefri adalah orang yang tumbuh dari kekerasan, kebencian, dan diskriminasi,” ungkapnya.
Omara berharap masyarakat bisa menjadikan film tersebut sebagai cerminan atas persoalan sosial yang masih sering terjadi di Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022