Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juli 2021 | 03.49 WIB

Gofar Soal Tuduhan Pelecehan Seksual, Akan Ambil Langkah Lebih Tegas

IRRESISTIBLE: Berkendara bersama Broto menjadi cara Gofar untuk menjalin kedekatan dengan momongannya itu. (Gofar Hilman for Jawa Pos) - Image

IRRESISTIBLE: Berkendara bersama Broto menjadi cara Gofar untuk menjalin kedekatan dengan momongannya itu. (Gofar Hilman for Jawa Pos)

JawaPos.com - Gofar Hilman mengungkapkan informasi terkait perkembangan kasusnya dengan perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual olehnya. Melalui cuitannya di Twitter, Gofar mengaku kesulitan untuk menjalin komunikasi guna memperjelas semuanya.

Setelah munculnya tudingan dirinya menjadi pelaku pelecehan seksual, Gofar Hilman mengaku dibantu oleh tim dan pihak panitia acara di Malang untuk menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk mencari bukti dan saksi.

Gofar Hilman dan tim mencoba untuk terus menjalin komunikasi dengan dengan perempuan yang mengaku menjadi korban.  Tapi pihak perempuan tidak mau karena sudah ada kuasa hukum yang menangani. Ketika pihak kuasa hukum dihubungi, mereka juga enggan menjalin komunikasi dan lebih memilih melanjutkan prosesnya ke jalur hukum.

"Gue pribadi siap untuk ke jalur hukum, tapi sudah sebulan lebih gue menunggu, namun belum juga ada kejelasan dari kejadian ini. Narasi-narasi yang belum jelas kebenarannya pun datang deras sekali. Gue sudah didakwa bersalah di ranah sosial tanpa melalui proses yang semestinya," cuit Gofar Hilman yang di-capture dan diunggah ulang di Instagram Rabu (14/7).

Gofar dan tim kuasa hukum sudah beberapa kali mengirimkan surat yang berisikan ajakan untuk bertemu dan berkomunikasi. "Saat ini, gue dan tim kembali mengirim undangan kedua kepada pihak pendampingnya yang bersifat sebagai undangan terakhir. Gue berharap itikad baik ini bisa diterima oleh seluruh pihak terkait," lanjutnya.

Akibat tudingan dirinya melakukan pelecehan seksual, Gofar Hilman mengaku mengalami kerugian baik secara material maupun nonmaterial. Salah satu yang paling dirasakan Gofar adalah tekanan mental. Jika ajakan berkomunikasi tak juga digubris, Gofar mengaki akan mengambil langkah tegas. "Selanjutnya gue akan mengambil langkah lebih tegas agar kejadian ini bisa mencapai titik terang dan menemukan kebenarannya," katanya.

Sebelumnya, Gofar Hilman disorot banyak orang setelah pemilik akun Twitter @queenjojo mengaku sebagai korban pelecehan seksual Gofar Hilman. Kejadiannya terjadi pada Agustus 2018 silam di sebuah acara di Malang. Dia mengaku mengalami pelecehan seksual di tempat umum dan diteriaki dengan kata-kata tidak pantas oleh sejumlah laki-laki.

’’Beberapa orang tanya, beneran? Iya benar. Di Agustus 2018 gue datang ke acara yang salah satu bintang tamunya Gofar Hilman di Malang. Di penghujung acara gue maju ke depan niat untuk keperluan Instastory. My mistake. Lalu Gofar tarik dan rangkul gue, ok gue pikir dia humble,” cuit perempuan yang mengaku korban pelecehan seksual Gofar Hilman.

Dia bersyukur diselamatkan oleh seorang laki-laki dengan melepaskannya dari pelukan Gofar Hilman. Perempuan itu mengaku tidak mengenali laki-laki yang telah menyelamatkannya.

 

Butuh waktu cukup lama bagi perempuan itu untuk bicara. Beberapa bulan setelah kejadian, ia sempat menceritakan kejadian yang dialaminya di Instagram namun malah yang disalahkan dianggap terlalu hot dalam berpakaian. Dia pun memutuskan men-take down.

Ada juga yang menyarankan agar dia tidak bicara soal Gofar Hilman di sosial media. Jika ini terjadi pastinya akan diserang oleh para penggemar Gofar. Namun ia akhirnya memutuskan membongkar hal ini setelah merasa benar-benar siap untuk menghadapinya. ’’Sekarang gue merasa punya orang-orang terdekat yang supportif banget, jadi udah nggak takut lagi kalau diamuk penggemarnya. Sekarang gue unblock Gofar karena tujuan gue speak up secara publik ini,” akunya.

Dengan adanya unggahan itu, ia berharap Gofar Hilman menyadari perbuatannya dengan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama kepada perempuan lain. Dia juga mengatakan, menjadi korban pelecehan seksual di depan umum sangat tidak mengenakkan. Oleh karena itu, ia meminta orang-orang yang melihat adanya pelecehan seksual untuk memberikan perlindungan kepada korban, bukan malah mencandai apalagi menyudutkan korban. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore