Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 21.18 WIB

Santriwati Korban Pelecehan Kiai di Pati Dapat Pendampingan, Eva Monalisa: Kawal Sampai Tuntas!

GERAM: Warga berdemo dengan memasang tulisan “Sang Predator” yang mengarah pada oknum pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Tlogowungu, Pati, berinisial AS. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

 

JawaPos.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa memberikan pendampingan kepada para santriwati korban pelecehan seksual oleh kiai di Pati, Jawa Tengah. Organisasi sayap PKB ini memastikan agar para korban mendapat haknya.
 
Pendampingan ini turut melibatkan KPAI, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan. Pendampingan juga dalam rangka kasus yang terjadi di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu itu bisa diselesaikan secara tuntas.
 
Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Advokasi DPP Perempuan Bangsa, Eva Monalisa. Menurutnya, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan dan pesantren harus ditangani secara serius
 
“Kami hadir untuk memastikan para korban mendapatkan perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan psikologis yang layak. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kekerasan seksual, terlebih di lingkungan pendidikan dan pesantren yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri,” kata Eva di Pati, Sabtu (9/5).
 
 
Anggota DPR RI itu mengatakan, DPP Perempuan Bangsa akan mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan adil. Dalam kondisi ini, korban harus ditempatkan sebagai prioritas. 
 
“Langkah nyata yang dilakukan DPP Perempuan Bangsa adalah bentuk kepedulian sekaligus aksi kemanusiaan bagi para santri yang menjadi korban kekerasan seksual. Kami berharap kasus serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari, dan seluruh lembaga pendidikan semakin memperkuat sistem pengawasan serta perlindungan terhadap peserta didik,” lanjutnya.
 
DPP Perempuan Bangsa juga mengapresiasi keterlibatan KPAI, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan dalam memberikan perhatian terhadap kasus ini. Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting untuk memastikan korban memperoleh keadilan, perlindungan hak, serta jaminan pemulihan secara menyeluruh.
 
"Maka dari itu, kami berharap seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore