
Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya (kanan) didampingi kuasa hukum Chandra Hamzah (tengah) menyampaikan pembelaan terkait pemberhentian dirinya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Helmy Yahya
JawaPos.com - Sejak Kamis (16/1), Helmy Yahya dinyatakan resmi diberhentikan sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI oleh Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI. Namun, Helmy pun tak tinggal diam dengan menempuh jalur hukum. Sejumlah karyawan pun sempat protes dengan menyegel kantor Dewas.
Lantas, apa saja sih sebenarnya pembenahan yang dianggap berhasil dilakukan Helmy Yahya?
Menurut Helmy, dirinya berhasil menaikkan rating dan share televisi berplat merah tersebut. Sebelum menjabat sebagai Dirut, share TVRI tidak sampai 1 persen. Namun setelah Helmy Yahya menjadi Dirut, share naik menjadi 1,59. Bahkan tahun lalu sempat menembus share 1,65.
"TVRI waktu kami masuk dalam kondisi yang sangat memprihatinkan tidak ditonton. Sharenya di bawah 1 persen. Kalau share di bawah 1 persen itu seperti meraung di ruang hampa tidak ada yang mendengar," ucap Helmy Yahya.
Di bawah kepemimpinan lelaki kelahiran 6 Maret 1963 ini, dilakukan rebranding logo setelah sebelumnya disebut-sebut jadul. Helmy mengubahnya jadi lebih kekinian dengan sentuhan menarik. Rebranding ini juga menjadi momentum baginya untuk melakukan perbaikan secara internal.
"Ganti logo bukan semata-mata ganti logo. Tapi juga mengganti sistem karyawan bekerja, mengganti spirit dan luar biasa hasil dari rebranding. Programnya jadi bagus, orang mulai nonton, logo kami dikagumi dan karyawan sangat bangga sebagai karyawan TVRI dan itu penting," ungkap Helmy Yahya.
TVRI memiliki sejarah baru mempunyai peralatan terbaik. Bahkan stasiun TV milik pemerintah ini sudah percaya diri untuk menggarap event besar berkat canggihnya peralatan yang dimiliki.
"Dulu peralatan TVRI dikatain. Tapi sekarang alatnya menjadi salah satu yang paling canggih di republik ini. Detik-detik proklamasi itu peralatannya TVRI, debat capres pertama itu peralatan TVRI," ujarnya.
Perlu diketahui, Helmy Yahya bersama Chandra Hamzah tengah mempersiapkan langkah hukum terbaik guna mengahadapi Dewas. Mantan Wakil Ketua KPK dalam jumpa pers mengatakan bahwa ada sejumlah langkah hukum yang tersedia untuk mengadvokasi kasus yang menimpa Helmy Yahya. Namun sayangnya, Chandra Hamzah masih enggan untuk memberikan bocorannya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
