
Pengamat komunikasi politik sekaligus penulis buku “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo”, Rabu (10/6). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemikiran ekonomi dan kebangsaan yang diwariskan ekonom senior Indonesia, Sumitro Djojohadikusumo, dinilai masih memiliki relevansi kuat dalam arah pembangunan nasional saat ini. Gagasan tentang kemandirian ekonomi, industrialisasi, serta keberpihakan kepada kepentingan rakyat menjadi benang merah yang terus mewarnai perjalanan bangsa lintas generasi.
Di tengah tantangan membangun perekonomian Indonesia yang baru merdeka, Sumitro sendiri tampil sebagai salah satu tokoh yang mendorong lahirnya berbagai terobosan ekonomi nasional.
Ia menggagas penguatan industri dalam negeri, mendorong tumbuhnya pengusaha nasional, serta menekankan pentingnya perencanaan pembangunan sebagai fondasi bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Terdapat kesinambungan antara pemikiran yang pernah diperjuangkan Sumitro dengan berbagai kebijakan yang kini dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kesinambungan tersebut mencerminkan bagaimana ide dan visi pembangunan dapat diwariskan lintas generasi serta tetap menjadi bagian dari diskursus mengenai masa depan perekonomian Indonesia.
Hal ini selaras dengan yang diungkapkan Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, ia menilai terdapat kesinambungan antara pemikiran tokoh ekonomi Sumitro Djojohadikusumo dan arah pembangunan yang saat ini dijalankan Prabowo melalui program Asta Cita. Menurutnya, kesinambungan tersebut turut disesuaikan dengan kebutuhan memperkuat aspek pertahanan dan keamanan nasional.
"Pemikiran Sumitro kemudian diterjemahkan ke dalam Asta Cita yang merupakan Program Pembangunan Prabowo, namun dengan penekanan pada pentingnya memperkokoh kerangka pertahanan keamanan sesuai dengan dasar negara Pancasila, prinsip demokrasi dan hak asasi manusia," ungkap Ninasapti dalam peluncuran buku "Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo" di Jakarta, Rabu (10/6).
Tertarik dengan kesinambungan keduanya, pengamat komunikasi politik Hendri Satrio tertarik untuk mendalami pemikiran antara Sumitro Djojohadikusumo dengan anaknya, Prabowo Subianto. Alhasil, lahirlah buku berjudul “Estafet Ideologi Sumitro ke Prabowo.”
Dengan buku ini, Hensa mencoba menelusuri bagaimana gagasan-gagasan yang pernah dirumuskan Sumitro diterjemahkan dan diwujudkan dalam kebijakan serta arah pembangunan yang dijalankan Prabowo saat ini.
"Buku 'Estafet Ideologi dari Sumitro ke Prabowo' ini saya tulis dalam rangka untuk mencoba memahami kira-kira pemikiran Sumitro waktu itu yang diterjemahkan oleh Pak Prabowo hari ini tuh seperti apa, sebesar apa, dan kemudian semasif apa perbedaan yang sangat signifikan," ujar Hensa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022