Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 03.15 WIB

Dasco Sebut Pertemuan Chatib Basri dengan Prabowo di Istana Tak Bahas Reshuffle Kabinet

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku telah menerima penjelasan dari pihak Istana Kepresidenan terkait pertemuan anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Muhammad Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (9/6) sore. Dalam pertemuan tersebut, Chatib hadir bersama Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.

Dasco menjelaskan, pertemuan itu bukan berkaitan dengan isu perombakan kabinet, melainkan membahas berbagai masukan dan strategi ekonomi untuk pemerintah. Menurutnya, Luhut hadir dalam kapasitas sebagai Ketua DEN, sedangkan Chatib Basri sebagai anggota lembaga tersebut.

"Saya sudah menerima konfirmasi pemerintah bahwa pertemuan tadi Pak Luhut kapasitasnya sebagai Ketua DEN, dan Pak Chatib Basri sebagai anggotanya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memang membutuhkan berbagai pandangan strategis untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global maupun kondisi domestik.

Belakangan, nama Chatib Basri memang ramai diperbincangkan dalam isu pergantian Menteri Keuangan (Menkeu). Mantan Menkeu era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disebut-sebut masuk dalam bursa calon pengganti Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski demikian, Dasco menilai kabar tersebut masih sebatas spekulasi dan belum memiliki dasar yang jelas. Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, tidak ada pembahasan mengenai reshuffle kabinet dalam pertemuan tersebut.

"(Ada pembahasan reshuffle?) Konfirmasi yang saya dapat mengatakan tak ada pembahasan ke arah sana," tegas Dasco.

Lebih lanjut, Dasco mengatakan kehadiran DEN di Istana menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ia menyebut, Presiden memerlukan berbagai masukan sebelum menentukan kebijakan strategis.

Menurutnya, situasi ekonomi saat ini menuntut pemerintah untuk mengambil langkah yang tepat dan terukur agar target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore