Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 03.07 WIB

Pernyataan Kepala BMKG soal Potensi Tsunami Susulan di Selat Sunda

Villa Stephanie di kawasan Carita, Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018. - Image

Villa Stephanie di kawasan Carita, Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu, 22 Desember 2018.

JawaPos.com - Hingga malam ini masyarakat masih bertanya-tanya, akankah ada tsunami susulan di Selat Sunda? Teka-teki itu belum bisa dijawab. Pasalnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama instansi lain yang berada di bawah koordinasi Kemenko Maritim tengah menganalisis kemungkinan tersebut.


Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, penelitian dilakukan menggunakan tidegauge atau alat pengukur pasang surut air laut di pantai.


"BMKG, Badan Geologi, dan lembaga lain masih terus menganalisis itu (tsunami susulan). Selama masih di Indonesia kemungkinan tsunami itu masih ada. Itulah kenapa dipasang tidegauge di pulau sekelilingnya. Seandainya ada tsunami bisa diketahui lebih dini," ujar Dwi di Jakarta, Senin (24/12).


Untuk mengetahui adanya potensi tsunami susulan, kata mantan Rektor UGM itu, saat ini pihaknya melihat data dari 200 sensor gempa di seluruh Indonesia. Selain itu, ada puluhan tidegauge yang dikelola Badan Informasi Geospasial (BIG) yang juga bisa diakses BMKG.


Sebelumnya, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tiar Prasetya mengatakan, tidegauge belum menunjukkan adanya kemungkinan tsunami susulan. Sementara itu, terkait gempa vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau, kini juga ada penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geogi (PVMBG).


"Sampai saat ini di tidegauge tidak ada. Tidak ada kenaikan, tidak ada tsunami susulan. Kalau vulkanologi itu tipoksinya PVBMG," kata Tiar, Minggu (23/12).


Untuk diketahui, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terbaru kembali terjadi pada Sabtu (22/12) malam yang kemudian menyebabkan tsunami. Secara visual, teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300-1.500 meter dari atas puncak kawah. Terekam juga gempa tremor dengan amplitudo overscale berkisar 58 mm.


Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental, hingga Minggu (23/12), tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level II atau berstatus waspada.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore