
Presiden Joko Widodo
JawaPos.com - Kicauan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang belakangan memantik polemik, rupanya ditanggapi serius Presiden Joko Widodo.
Menurut Jokowi, keluhan SBY soal merebaknya informasi hoax di dunia maya tak perlu dilakukan. SBY semestinya melakukan langkah konkret alias tak sekedar curhat.
"Saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya seperti itu. Ya kita hadapi karena semua negara juga menghadapi. Nggak perlu banyak keluhan ya," ujarnya saat mengikuti kejuaraan panahan di Lapangan Pusdikzi, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1).
"Sudah lama kita bertarung dengan yang namanya kabar bohong, yang namanya hoax itu, saya kira kita sudah bertarung lama lah dan ini terus-menerus," ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menumbuhkan budaya baru dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Masyarakat diimbau membangun kesantunan dalam berucap dan tidak menyebarkan kabar fitnah.
"Dalam kita menyampaikan hal ujaran-ujaran di media sosial jangan menghasut, jangan memfitnah, jangan menyebarkan kabar bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian. Itu yang selalu saya sampaikan ke mana-mana," imbau mantan gubernur DKI Jakarta itu.(nif/rmol/mam/JPG)

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
