
Ilustrasi Hari Raya Pentakosta (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Empat puluh sembilan hari setelah Hari Minggu Paskah akan dirayakan Hari Raya Pentakosta di gereja-gereja. Hari ini juga menjadi hari paskah ke 50, dimana gereja-gereja akan memperingati peristiwa mulia turunnya roh suci ke atas para rasul dan pengikut-pengikutnya setelah kematian Yesus Kristus.
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Pentakosta awalnya adalah hari raya orang Yahudi dimana mereka akan merayakan panen gandum. Namun kemudian menjadi hari raya untuk mengingat Perintah-Perintah yang diberikan oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.
Gereja Kristen dan Katolik mengubah dan mengadaptasikan hari raya tersebut menjadi hari raya untuk mengingat turunnya roh kepada para pengikutnya sesuai dengan cerita di Kitab Suci.
Dilansir dari Bible Project, istilah Pentakosta berasal dari bahasa Yunani yang berarti "kelima puluh".
Menurut Kitab Suci
Dalam Perjanjian Baru di Kisah Para Rasul, terceritakan bahwa pada Hari Pentakosta para rasul dan pengikutnya sedang berkumpul di sebuah ruangan tertutup.
Namun mereka dikejutkan oleh suara gemuruh keras dari langit, dan tiba-tiba muncul lidah-lidah api di atas mereka.
Mereka pun dipenuhi dengan Roh Kudus dan mendapatkan kemampuan untuk berbicara dalam berbagai bahasa.
Dengan kemampuan tersebut para rasul dapat berbicara kepada orang-orang dari berbagai asal. Kisah ini kemudian menjadi pertanda awal mulanya hidup baru.
Dalam tradisi orang Kristen dan Katolik, peristiwa ini menjadi representasi pemenuhan janji Yesus Kristus bahwa Ia akan membaptis pengikut-pengikutnya dengan Roh Kudus.
Kebiasaan Gereja
Pada awal peradaban gereja, umat Kristen dan Katolik menyebut keseluruhan 50 hari periode ini dengan Pentakosta.
Pembaptisan biasanya diberikan pada hari pertama, yaitu Hari Minggu Paskah, dan hari terakhir masa paskah, yaitu Hari Raya Pentakosta.
Hari Raya Pentakosta kemudian menjadi hari yang lebih populer digunakan sebagai pembaptisan daripada Minggu Paskah di Eropa Utara.
Di Inggris, karena umat-umat disana punya kebiasaan untuk mengenakan pakaian berwarna putih, hari ini kemudian sering disebut White Sunday atau Whitsunday. Sebutan ini masih digunakan di Gereja Anglikan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
