Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2015 | 18.37 WIB

Cuaca Menyengat, Lebih Berat dari Tahun Sebelumnya

Cuaca Menyengat, Lebih Berat dari Tahun Sebelumnya - Image

Cuaca Menyengat, Lebih Berat dari Tahun Sebelumnya

JawaPos.com - Melaksanakan ibadah haji tahun ini diperkirakan lebih berat dari tiga musim kemarau belakangan (2013 dan 2014).



Selain keadaan musim yang berubah dengan cepat, kondisi jamaah tahun ini separuh lebih berrisiko tinggi, baik dari usia lanjut, maupun yang berpenyakit.



Bagaimana persiapan petugas dan jamaah menghadapi wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, dan mabit serta melempar jumrah di Mina? Berikut Laporan Jawa Pos.





Siang itu, 12 orang rombongan Amirulhaj yang dipimpin Menag Lukman Hakim Saifuddin dan pejabat Kemenag, blusukan ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Mereka ingin melihat langsung persiapan puncak haji 22 September lusa.



Menag tampak begitu ceriwis dan tidak mau begitu saja percaya penjelasan muassasah Makkah tentang fasilitas yang mereka sediakan. Maklum, sepertinya menag begitu ingin pelaksanaan puncak Armina bisa dilalui semua jamaah dengan baik dan nyaman.

"Haji ya wukuf," katanya.





Karena itu, Amirulhaj ingin memastikan fasilitas yang ada di ketiga tempat penting itu terpenuhi dengan baik. Saat itu, cuaca begitu menyengat, hanya ada kran di atas yang menyemburkan air seperti gerimis. Namun hanya di beberapa tempat saja.  



"Karpetnya yang mana? Sudah diganti ya, lebih baik dari tahun lalu. Bukan hambal lagi. Tapi nanti dibersihkan lagi ya," kata Menag yang diiyakan ketua Muassasah Asia Tenggara Mohamed Amin Hasan Andergiri.



Ketika memeriksa toilet, menag juga langsung masuk dan mencoba kran satu per satu. "Ini bocor ni, minta diganti," ujarnya.



Ketua PPIH Arab Saudi  Ahmad Dumyati Basori yang mendampingi menag pun langsung menyampaikan ke Hasan. "Ya, ya, nanti diperbaiki," jawab Hasan.





Kondisi perkemahan jamaah haji memang akan panas. Selain suhu udara diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius. Kelembaban udara juga sangat minim. Saat ini, H-3 (kemarin) Armina, suhu di Makkah mencapai 44 derajat Celcius.



Karena itu kebutuhan AC diperlukan. Ketua Muassasah Asia Tenggara Mohamed Amin Hasan Andergiri mengatakan water cooler itu berbeda dengan penyejuk udara di Masjidil Haram.



"Kami akan tempatkan ini 60 buah di setiap maktab," kata Hasan. (edn/jpg)



Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore