
Jemaah haji di depan Kabah (Dok. Radiefrmadna/Pixabay)
JawaPos.com – Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan fisik dan pemahaman manasik, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi perbedaan budaya. Calon jemaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci perlu memahami bahwa kehidupan sosial di Arab Saudi memiliki kebiasaan yang berbeda dengan di Indonesia.
Perbedaan ini kerap memicu kesalahpahaman jika tidak dipahami sejak awal. Mulai dari cara berbicara, etika berinteraksi, hingga kebiasaan sehari-hari masyarakat Arab, semuanya memiliki nilai dan norma tersendiri yang perlu dihormati oleh para jemaah.
Melansir dari pembekalan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Karimun, pemahaman terhadap budaya lokal menjadi bagian penting agar jemaah dapat beradaptasi dengan baik selama menjalankan ibadah. Berikut 7 budaya orang Arab yang perlu diketahui calon haji:
Baca Juga:12 Tips Menabung untuk Haji: Cara Cerdas Kumpulkan Biaya agar Cepat Berangkat ke Tanah Suci
1. Budaya Mujamalah (Basa-basi)
Berbeda dengan kebiasaan orang Indonesia yang cenderung langsung pada inti pembicaraan, masyarakat Arab sering menggunakan mujamalah atau basa-basi dalam berkomunikasi. Percakapan biasanya diawali dengan kalimat pembuka yang panjang sebelum masuk ke maksud utama. Hal ini merupakan bentuk kesopanan dan penghormatan terhadap lawan bicara.
2. Suara Keras Bukan Tanda Marah
Banyak jemaah Indonesia yang merasa kaget saat pertama kali mendengar orang Arab berbicara dengan nada tinggi. Padahal, suara keras dalam budaya Arab bukan berarti marah. Justru, hal tersebut sering menjadi bentuk ekspresi ketegasan dan kejujuran dalam berkomunikasi.
3. Ekspresi Bahasa Tubuh yang Berbeda
Orang Arab memiliki kebiasaan unik dalam menunjukkan keakraban, seperti merangkul atau mencium pipi saat bertemu dengan teman dekat. Bagi sebagian orang Indonesia, hal ini mungkin terasa tidak biasa. Namun, dalam budaya Arab, tindakan tersebut adalah bentuk kehangatan dan persahabatan.
4. Tidak Semua Budaya Arab Sama dengan Ajaran Islam

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
