
Suasana turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026 yang digelar di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (20/6). (Dok. IPOT)
JawaPos.com - Pertumbuhan jumlah investor muda di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada saat yang sama, komunitas eSports, khususnya pemain Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), juga mengalami perkembangan pesat dengan dominasi generasi yang sama, yaitu Gen Z dan milenial.
Kesamaan karakter di antara kedua kelompok tersebut menjadi perhatian para pelaku industri keuangan, terutama di tengah meningkatnya fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dalam aktivitas investasi yang kian marak terjadi.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam gelaran turnamen eSports Kapolda Jateng Cup 2026 yang digelar di De Tjolomadoe Convention Hall, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (20/6).
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyebut adanya hubungan yang cukup erat antara komunitas eSports dan investor muda yang kini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan pasar modal di Indonesia.
Namun, di balik perkembangan tersebut, masih terdapat tantangan berupa rendahnya pemahaman risiko investasi yang dapat mendorong perilaku FOMO.
“Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik,” ujar Moleonoto.
Di kesempatan berbeda, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menuturkan bahwa berbagai kemampuan yang dimiliki pemain Mobile Legends pada dasarnya memiliki relevansi dengan dunia investasi.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan membaca kondisi permainan, menentukan momentum, menyusun strategi, hingga menjaga kedisiplinan memiliki kemiripan dengan proses pengambilan keputusan di pasar modal.
“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial,” kata Brigita.
Brigita juga memaparkan bahwa sejumlah konsep dalam Mobile Legends dapat dianalogikan dengan prinsip investasi, seperti map awareness yang disamakan dengan kemampuan membaca kondisi serta pergerakan pasar, timing.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022