
Para pemain padel di Graha Padel Club Surabaya. (Instagram: grahapadelclub)
JawaPos.com – Padel tak lagi sekadar olahraga. Di Surabaya Barat, olahraga asal Eropa itu menjelma menjadi sarana pertemuan bisnis. Mulai dari eksekutif muda, pemain tenis dan badminton yang ingin mencoba hal baru, hingga komunitas yang mencari ruang sosialisasi, menjadikan lapangan padel sebagai titik temu baru.
Graha Padel Club Surabaya yang baru saja diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengusung konsep premium. Menpora menyebut, perkembangan padel luar biasa karena bisa menjadi social sport alias olahraga sosial. "Di sinilah pemain bisa bermain sambil ngobrol bisnis," ujarnya saat pembukaan, Sabtu (15/6).
Founder Graha Padel Club Tjokro Saputrajaya menyebut bahwa klub itu dibangun bukan hanya sebagai arena olahraga, tetapi juga dirancang dengan fasilitas penunjang lobi bisnis. “Kami buat yang terbaik, sesuai standar internasional. Akan ada lapangan turnamen, tribun penonton, kamera atas, hingga fasilitas gym, sauna, dan ruang uap seperti locker golf,” jelasnya.
Total luas lahan mencapai 7.700 meter persegi. Saat ini tersedia empat lapangan padel aktif. Nantinya akan dibangun lima lapangan tambahan, beberapa di antaranya dapat diubah menjadi lapangan pickleball. Di lantai bawah akan diisi area retail seperti restoran, coffee shop, serta toko perlengkapan olahraga. “Retail-retail besar seperti Wilson, Asics, dan Vila sudah mulai penjajakan,” tambah Tjokro.
Dewi Merliani, owner Uno Padel, menambahkan bahwa di Surabaya saat ini terdapat tujuh lapangan padel. Uno Padel membuka lapangan di kawasan Samator dan Royal Residence. Yakni mengusung pendekatan komunitas terbuka. “Kita punya open class, jadi meski datang sendiri bisa gabung dengan orang yang belum dikenal. Lama-lama jadi kenal, bahkan jadi partner bisnis,” ujarnya.
Menurut Dewi, padel menarik karena menggabungkan olahraga, relasi, dan gaya hidup. Harga raket dan perlengkapan mengikuti pasar Eropa, termasuk outfit yang sering berganti model tergantung tren komunitas dan event. “Fashion-nya juga jadi daya tarik,” ujarnya. Ia menilai olahraga ini baik untuk anak-anak karena mendorong mereka bersosialisasi.
Dengan kombinasi fasilitas premium, ruang bersosialisasi, dan tren gaya hidup, padel berkembang cepat di Surabaya. Tak hanya menjadi tempat berkeringat, lapangan padel menjelma sebagai ruang membangun jejaring bisnis dan komunitas baru yang inklusif.(omy)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
