
ANTIDROPLET: Yeny Ries yang mengenakan jaket bomber hijau stabilo bersepeda bersama teman-temannya beberapa waktu lalu. Dia mendesain sendiri jaket bomber tersebut. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Sebagai seorang desainer, Yeny Ries tak bias memisahkan kegiatan sehari-hari dari pekerjaannya. Sequa hal bias jadi inspirasi. Termasuk kegiatan bersepedanya bersama kawankawan.
---
Setiap akhir pekan tiba, Yeny dan dua kawannya punya rutinitas pagi yang menyegarkan. Bersama Ira Rifky dan Ayu Susanto, Yeny beranjak dari rumah pada pukul 05.00. Sepeda lipat miliknya menemani perjalanan dari Royal Residence ke Graha Famili dan CitraLand.
Rute perumahan tersebut memberikan suasana teduh dan menjadi tempat mereka bertemu dengan pesepedapesepeda lain. Dalam waktu dua jam, ketiganya sudah cukup membakar kalori dan melatih otot-otot. ”Mulai olahraga sepeda ya sejak ngetren ini. Coba-coba ikut, ternyata seru juga,” kata Yeny.
Karena sudah lama berkecimpung di dunia fashion, Yeny ingin tetap tampil on point saat olahraga. Desain jaket bomber kesukaannya lantas diubah lebih sporty dan sesuai dengan kebutuhan pesepeda saat ini. Kebutuhan pakaian yang nyaman untuk berolahraga dan melindungi badan dari virus makin bertambah. Desainer harus putar otak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. ”Bahan parasut dengan desain longgar paling pas,” tutur Yeny.
Bahan parasut punya karakter antidroplet. Desain longgar dibuat agar si pemakai tak kegerahan. ”Apalagi butuh yang mendukung gerakan luwes,” papar perempuan yang berdomisili di Royal Residence tersebut.
Pembeli sekarang lebih hati-hati karena mempertimbangkan fungsi baju harus benar-benar melindungi dan desainnya cukup menarik.
Kebiasaan bersepeda pada pagi dan malam hari membutuhkan desain pakaian dengan warna yang kuat alias mentereng saat di jalan. Dengan begitu, pesepeda dikenali pengendara lainnya. ”Sengaja pilih warna jingga, merah muda, dan hijau. Desainnya tetap nggak norak saat dipakai,” ujarnya.
Jaket itu dilengkapi celana dan masker desain senada. ”Sekarang memang ada tren beli sepaket semua senada. Lalu, nanti mix and match sendiri gitu,” ungkapnya.
Untuk pembuatan masker, memang cukup banyak yang harus diperhatikan. Mulai minimal tiga lapis hingga bahan apa saja yang dipakai. Bahan terluar harus antibakteri dan tahan air. Kemudian, bahan di dalam harus lembut.
”Memang, buat yang olahraga, ada memutuskan pakai atau enggak. Bergantung dengan jenis olahraga myang dilakukan,” ucapnya. Jika olahraga yang dijalani cukup berat, mereka khawatir sesak napas saat terlalu lama memakai masker.
Awalnya, Yeny hanya membuat satu prototipe untuk dirinya. Ternyata kawan-kawannya juga tertarik. ”Akhirnya, mereka pengin ikutan bikin,” katanya, lalu terkekeh.
Beberapa pilihan warna ditambah sesuai dengan selera. Yang penting, warnanya dibuat mencolok sesuai dengan tujuan awal.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=wMkmKv3EULU&ab_channel=JawaPos

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
