
CANTIK: Bayu Irwanda menata tanaman untuk botarium. Dibutuhkan ketelitian untuk membuat tanaman mini ini.
Menghias ruangan dengan tanaman tidak sebatas dilakukan di pot. Ada cara lain yang bisa dicoba, yaitu terarium. Sejak 2019, Kebun Raya Bogor membuka media khusus yang membahas terarium dengan nama botarium.
BAYU Irwanda Tanjung terlihat serius dan penuh hati-hati dengan akuarium kaca di hadapannya. Ditemui di kompleks Kebun Raya Bogor pada 15 Juni lalu, Bayu sedang merawat satu set botarium ukuran sedang. Dia tampak memangkas daun yang sudah kering. Sesekali, dia juga mengecek kadar kelembapan botarium.
Bayu menjelaskan, Kebun Raya Bogor memiliki botarium sejak 2019. Dia mengakui, sebenarnya teknik menanam tanaman hias di dalam akuarium atau rumah kaca mini itu sudah dikenal lama. ’’Sebutan resminya terarium,’’ katanya. Botarium adalah alternatif untuk menghidupkan estetika ruangan.
CANTIK: Dibutuhkan ketelitian untuk membuat tanaman mini botarium ini.
Bayu menyatakan, tidak ada tanaman spesifik yang cocok ditanam di dalam akuarium. Biasanya, tanaman hias yang memiliki ukuran kecil dipilih karena mudah ditata. Pertimbangan lainnya adalah tanaman hias mini dan memiliki kekhasan.
’’Biasanya, kami pakai begonia, peperomia, atau petunia,’’ jelasnya. Selain itu, ada sejumlah tanaman pakis yang cocok untuk mempercantik lanskap.
Menurut Bayu, membuat botarium atau terarium tidaklah sulit. Bahan pertama yang harus disiapkan tentu adalah akuarium, fish bowl, atau bisa juga merakit sendiri rumah kaca mini sesuai dengan selera. Di Kebun Raya Bogor, ada botarium yang panjangnya sekitar 1 meter.
Tahap berikutnya adalah menyiapkan media tanam. Bayu mengungkapkan, media tanam yang digunakan adalah perpaduan dari beberapa material. ’’Lapisan paling pertama adalah pasir malang. Wujudnya butiran-butiran,’’ ujarnya. Lapisan ini sangat penting untuk drainase di dalam akuarium.
CANTIK: Dibutuhkan ketelitian untuk membuat tanaman mini botarium ini.
Lapisan berikutnya adalah arang. Lalu, yang paling atas adalah lumut yang sudah dikeringkan. Dua bahan ini memiliki fungsi berbeda-beda. Lapisan arang berfungsi menunjang nutrisi. Lumut kering dapat menjaga kelembapan di dalam akuarium. Jadi, kadar air bisa tetap terjaga.
’’Bahan-bahan itu tidak dicampur, tetapi disusun secara berlapis,’’ terangnya. Paling atas adalah media tanam lagi sebagai tempat hidup tanaman hiasnya.
Bayu menyampaikan, botarium memiliki keunikan sendiri. Yakni, tanaman di dalamnya bisa mengolah sumber daya yang ada.
Secara alamiah, tanaman di dalam akuarium akan mengeluarkan karbon atau CO2. Karbon tersebut diolah tanaman menjadi O2 atau oksigen. Dua zat ini sangat diperlukan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Pada jam-jam tertentu, kaca dari botarium bagian dalam terlihat berembun. Kondisi itu alami hasil dari pengolahan kedua gas tadi.
Bayu menegaskan, terarium yang menunjukkan ekosistem basah butuh kelembapan yang tinggi, bahkan bisa dilengkapi dengan air mancur di dalamnya. Sebab, tanaman-tanaman yang dipasang juga butuh asupan air cukup banyak.
CANTIK: Dibutuhkan ketelitian untuk membuat tanaman mini botarium ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022