
BERNUANSA HIJAU: Rizki menunjukkan beberapa vertical garden hasil karyanya. Sebaiknya, pilih jenis tanaman tropis dan penyiraman otomatis untuk memudahkan perawatan.
Vertical garden menjadi salah satu opsi jika ingin berkebun di lahan sempit. Bisa di indoor maupun outdoor. Perawatannya juga cukup mudah. Hanya, ada perawatan sedikit berbeda bila membuat vertical garden indoor.
TAMAN vertikal cukup fleksibel diaplikasikan ke bidang mana pun. Syaratnya, bidang vertikal harus cukup kuat untuk menopang berat taman yang bisa berkisar 20–25 kilogram per meter persegi. ”Kami menggunakan sistem yang beda. Jadi, tanaman tidak literally menempel seperti tanaman dolar. Pakai rangka, polycarbonate, dan karpet sebagai media tanam,” kata Rizki Syahrazi dari Vertical Garden Indonesia.
Dia sedikit membocorkan langkah-langkah standar yang biasa dilakukan untuk membuat vertical garden. Pertama, tembok yang akan dijadikan objek tanam harus dilapisi dengan cat waterproof. Tujuannya, tembok tidak lembap. Selanjutnya, memasang rangka, karpet, lantas menanam tanaman. Untuk sistem pengairannya, Rizki menyebutkan bahwa taman vertikal lebih cocok menggunakan sistem perairan otomatis dengan pompa dan timer. ”Alasannya, supaya ketika pemilik tidak punya waktu untuk menyiram, tanaman sudah aman terhidrasi oleh sistem. Pemupukan dan pengairan dilakukan secara otomatis,” terangnya.
Menurut Rizki, tanaman dengan tampilan tropis banyak diminati untuk taman vertikal. Di antaranya, ada scandens green, wali songo, kadaka, dan scindapsus. ”Dan, kebanyakan menyukai konsep natural. Jadi, diblok alami saja tanpa pola,” bebernya.
Tak hanya di lahan outdoor, taman vertikal juga bisa diterapkan di bidang dalam ruangan. Biasanya taman vertikal indoor diterapkan pada sudut mati, sekat antara dapur dan teras belakang, atau spot-spot yang bisa jadi pemanis ruang santai. Hanya, memang untuk indoor ada beberapa step ekstra yang dilakukan. Sebab, tanaman dalam ruangan membutuhkan nutrisi dan pencahayaan yang berbeda dengan outdoor. ”Yang pasti butuh lighting khusus untuk men-support pencahayaan tanaman. Selain itu, media tanam diberi pupuk berbeda dibandingkan outdoor,” urainya.
TEMBOK TIDAK LEMBAP: Tanaman tidak langsung menempel di tembok, tetapi pada media tanam dan rangka yang dipasang ke tembok.
Instalasi taman vertikal punya beragam range harga, mulai entry level sampai middle up. Rizki mengatakan, biaya total pembuatan vertical garden untuk outdoor berkisar Rp 1,7 juta–Rp 3,5 juta per meter persegi. Sementara untuk indoor, harganya bisa dua kali lipat. ”Indoor lebih mahal karena membutuhkan sistem yang lebih banyak. Selain itu, jumlah tanaman yang ditanam per meter perseginya lebih banyak sehingga harganya lebih tinggi,” ujar Rizki.
Untuk maintenance, karena taman vertikal menggunakan sistem yang simpel dan serbaotomatis, Rizki menyebut perawatan taman cenderung tidak banyak. Pemilik hanya perlu membersihkan dedaunan yang menguning sekitar seminggu sekali serta menambah asupan pupuk pada kontainer sesuai kebutuhan. ”Karena tetap saja, sebaik apa pun sistemnya, in the end ini adalah makhluk hidup yang secara natural akan menua. Tidak bisa 100 persen selamanya hijau, pasti ada daun yang nanti menguning atau cokelat. Itu saja yang perlu di-maintenance,” urainya. (agf/c7/ai)
---
TEMBOK TIDAK LEMBAP: Tanaman tidak langsung menempel di tembok, tetapi pada media tanam dan rangka yang dipasang ke tembok.
STEP PEMBUATAN TAMAN VERTIKAL ALA VERTICAL GARDEN INDONESIA

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
