alexametrics

Kabar 10 ‘Obat Warung’ Tak Layak, BPOM Pastikan Itu Hoax

6 Maret 2018, 17:05:17 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan jika kabar seputar 10 obat yang tak layak konsumsi, yang belakangan beredar di masyarakat, adalah hoax alias tidak benar. Termasuk soal pencatutan logo Siloam Hospital, Banten.

Humas BPOM, Nelly mengatakan, surat elektronik yang belakangan beredar di dunia maya itu merupakan buatan oknum tak bertanggung jawab.

“Itu isu lama, sudah berulang kami buat penjelasan,” ucapnya singkat kepada JawaPos.com lewat pesan singkat WhatsApp, Senin (5/3).

Kabar 10 ‘Obat Warung’ Tak Layak, BPOM Pastikan Itu Hoax
Inilah pengumuman yang belakangan kembali viral di dunia maya. BPOM memastikan jika informasi yang tertera di surat ini bohong (Ist/Jawapos.com)

“Sejak 2003 sudah kami buat klarifikasinya supaya tak meresahkan masyarakat,” lanjut dia.

Nelly meminta masyarakat hati-hati dalam memilah informasi. Dia mengajak dan mengimbau agar tak buru-buru mempercayai kabar-kabar yang beredar. Utamanya berkaitan dengan obat-obatan.

“Cek ke lembaga-lembaga terkait,” beber Nelly.

BPOM juga memastikan tidak pernah menerbitkan surat keputusan penarikan seperti kabar yang beredar.

“Obat-obatan sebagaimana dimaksud dalam pesan berantai tersebut sampai saat ini masih memiliki nomor izin edar dari BPOM. Oleh karenanya layak dan aman untuk dikonsumsi sesuai dengan petunjuk penggunaannya,” pungkasnya.

Berikut adalah 10 obat yang sebelumnya diisukan tak layak konsumsi:

1. Obat PARAMEX Produksi PT. Konimex
2. Obat INZA Produksi PT Konimex
3. Obat INZANA Produksi PT Konimex
4. Obat CONTREX & CONTREXIN Produksi PT. Tempo Scan Pasific
5. HEMAVITON ENERGY DRINK Produksi PT. Tempo Scan Pasific
6. HEMAVITON ENERGY DRINK Produksi PT. Tempo Scan Pasific
7. BODREX & BODREXIN Produksi PT. Tempo Scan Pasific
8. NATURE diedarkan oleh PT. WIGO HOSLAB
9. SUPER TETRA diedarkan oleh PT. WIGO HOSLAB
10. STOP COLD diedarkan oleh PT. WIGO HOSLAB

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/rgm/JPC)



Close Ads
Kabar 10 'Obat Warung' Tak Layak, BPOM Pastikan Itu Hoax