Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Maret 2026 | 05.57 WIB

Studi Ilmiah Ungkap 5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Ilustrasi berbuka puasa bersama keluarga. (Freepik) - Image

Ilustrasi berbuka puasa bersama keluarga. (Freepik)

 

JawaPos.com-Puasa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus. Di balik itu, tubuh melakukan banyak penyesuaian yang ternyata berdampak baik pada kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembatasan makan dan minum selama lebih dari dua belas jam mendorong tubuh melakukan adaptasi, mulai dari perubahan penggunaan energi hingga penyesuaian denyut jantung.

Dalam penelitian bertajuk “Effects of Fasting in Ramadan on Tropical Asiatic Moslems” yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition oleh peneliti dari University of Malaya, ditemukan bahwa selama Ramadhan terjadi penurunan berat badan serta peningkatan pembakaran lemak sebagai sumber energi utama. Selain itu, tubuh juga bekerja lebih hemat energi saat tidak mendapat asupan makanan.

Secara lengkapnya, berikut ini adalah 5 fakta ilmiah mengenai manfaat puasa berdasarkan temuan penelitian tersebut.

1. Berat Badan Turun secara Alami

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan, sebagian orang mengalami penurunan berat badan. Hal ini terjadi karena tubuh menggunakan cadangan energi yang tersimpan ketika tidak ada asupan makanan dalam waktu lama.

Meski demikian, jika setelah Ramadhan pola makan kembali berlebihan, berat badan dapat kembali seperti semula. Karena itu, menjaga pola makan tetap seimbang sangat penting.

 

2. Tubuh Lebih Banyak Membakar Lemak

Saat tidak mendapatkan makanan selama lebih dari dua belas jam, tubuh akan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi. Artinya, lemak yang tersimpan dalam tubuh mulai dipakai untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Berkurangnya lemak berlebih dapat membantu menurunkan risiko penyakit metabolik, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, serta mendukung kesehatan jangka panjang. Inilah salah satu alasan mengapa puasa sering dikaitkan dengan pembakaran lemak tubuh.

 

3. Denyut Jantung Cenderung Lebih Tenang

Studi juga menemukan adanya penurunan denyut jantung saat istirahat. Kondisi ini menunjukkan tubuh bekerja lebih efisien dan tidak terlalu “dipacu” seperti saat asupan makanan rutin masuk.

Bagi orang yang sehat, perubahan ini termasuk normal dan merupakan bagian dari penyesuaian tubuh terhadap perubahan pola makan. Namun, jika denyut jantung menurun secara berlebihan dan disertai gejala seperti pusing, lelah berlebihan, atau pingsan, kondisi tersebut perlu diwaspadai dan dikonsultasikan kepada dokter.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore