
Salah satu cara menjaga mood agar tidak mudah marah saat berpuasa adalah mengurangi konsumsi kafein (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan adalah waktu untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Namun,perubahan pola makan,tidur dan aktivitas sering membuat emosi lebih sensitif.
Pasalnya tidak sedikit orang merasa lebih mudah marah saat puasa Ramadhan. Kondisi ini wajar tetapi tetap perlu dikelola agar ibadah dan hubungan sosial tetap harmonis.
Menurut APA, perubahan rutinitas dan kondisi fisik dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Saat tubuh beradaptasi dengan puasa, emosi pun ikut terpengaruh. Karena itu, menjaga mood saat puasa menjadi bagian penting dari Ramadhan sehat.
Berikut beberapa tips menjaga mood agar tidak mudah marah sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan NIH, Rabu (4/3) :
1. Jaga kadar gula darah tetap stabil
Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Saat kadar gula darah turun drastis, tubuh cenderung merasa lemas dan mudah tersinggung.
Menurut Harvard Medical School, fluktuasi gula darah dapat berdampak pada suasana hati dan energi. Oleh karena itu, sahur dengan nutrisi seimbang sangatlah penting.
Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Lalu bisa ditambahkan protein seperti telur, tempe atau ayam agar energi bertahan lebih lama.
Selain itu, hindari makanan terlalu manis saat berbuka sebab lonjakan gula darah yang cepat diikuti rasa lelah dan emosi tidak stabil.
2. Tidur yang cukup dan berkualitas
Kurang tidur pasalnya bisa membuat otak lebih sulit mengatur emosi. Selama Ramadhan, jadwal tidur sering berubah karena sahur dan tarawih.
Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons emosional negatif. Intinya kualitas tidur sangat memengaruhi mood.
Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah ibadah malam. Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat di siang hari. Intinya tidur cukup membantu menjaga kesabaran dan konsentrasi.
3. Latih pernapasan dan relaksasi
