Memberikan teladan adalah salah satu cara efektif mengajarkan anak belajar puasa (freepik)
JawaPos.com – Ramadhan adalah bulan istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bulan suci ini bukan hanya momentum ibadah wajib tetapi juga kesempatan keluarga mengajarkan nilai spiritual dan kebiasaan sehat kepada anak termasuk belajar puasa.
Memperkenalkan puasa sejak dini dapat membantu anak memahami ibadah ini bukan sekadar menahan lapar dan haus melainkan juga latihan disiplin, empati dan kesadaran diri.
Meskipun puasa wajib hanya diwajibkan bagi yang sudah baligh menurut Islam, memperkenalkan puasa secara bertahap pada anak berusia lebih kecil dapat menciptakan pengalaman positif dan bermakna.
Intinya dengan strategi yang tepat dapat membantu anak merasa termotivasi, tidak terbebani dan belajar mengelola energi, emosi serta ekspektasi mereka selama berpuasa.
Dilansir dari laman About Islam, Islam 4 Kids,dan Multicultural Kids Blog , Senin (23/2) berikut beberapa cara efektif orang tua dalam mengajarkan anak belajar puasa :
Cara pertama yang bisa dilakukan dalam mengajar anak belajar puasa adalah menjelaskan makna puasa kepada anak dalam bahasa sederhana dan sesuai usianya. Misalnya “puasa adalah cara kita mendekatkan diri kepada Allah dan belajar bersyukur”.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa anak lebih memahami suatu konsep ketika dijelaskan dengan kata-kata yang dekat dengan dunia mereka. Misalnya lewat cerita atau simbol yang mudah dikenali.
Penelitian komunikasi anak menyatakan bahwa pesan moral dan spiritual yang dipahami sejak dini dapat membantu pembentukan nilai jangka panjang dalam perilaku anak.
Anda juga bisa menggunakan ilustrasi sederhana seperti belajar menahan lapar seperti menahan diri dari marah atau cerita Rasulullah SAW yang relevan untuk usia si kecil.
Pada dasarnya tidak semua anak mampu langsung berpuasa penuh khususnya dibawah usia sekolah. Oleh karena itu, orang tua dapat memperkenalkan puasa bertahap misalnya setengah hari atau beberapa jam dahulu.
Pendekatan bertahap ini membantu anak merasakan proses tanpa tekanan dan memungkinkan tubuh serta pikiran mereka menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan dan energi.
Penelitian di pediatri nutrisi mencatat bahwa kebiasaan makan yang berubah secara bertahap membantu anak beradaptasi tanpa mengalami stres fisiologis berlebihan.
Orang tua bisa memberi pilihan seperti ini “hari ini kita coba puasa dari sahur sampai dhuha, nanti kalau sudah kuat kita tambah sampai ashar ya”.
Mengajak anak membantu menyiapkan makanan sahur dan berbuka misalnya mencuci buah, mengatur meja atau memilih menu sehat bisa membuat mereka merasa dilibatkan dalam proses ibadah puasa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022