Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 19.28 WIB

Salah Satu Rintangan Berat saat Puasa Ramadhan adalah Menahan Haus, Berikut Tips dan Cara agar Tidak Haus Berlebihan

4 Cara Mengetahui Tubuh yang Dehidrasi. (Sumber foto: freepik.com) - Image

4 Cara Mengetahui Tubuh yang Dehidrasi. (Sumber foto: freepik.com)


JawaPos.com - Salah satu tantangan berat saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan sambil bekerja yaitu menahan haus. 
 
Umumnya, haus atau dehidrasi muncul ketika seseorang kehilangan banyak cairan dalam tubuh.
 
Hal ini menyebabkan tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya karena kekurangan cairan.

Gejala dehidrasi dapat dirasakan dari rasa haus yang ekstrem, frekuensi urin yang sedikit, urin berwarna gelap, kelelahan, dan pusing, dikutip dari gooddoctor.co.id.
 
Meski terlihat remeh, dehidrasi juga dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti masalah urin-ginjal, kejang, hingga penurunan tekanan darah dan oksigen.

Oleh sebab itu, menahan haus saat puasa Ramadhan penting untuk dicegah agar tidak menyebabkan penyakit komplikasi.
 
Berikut lima tips dan cara agar tidak haus saat puasa Ramadhan, dilansir dari gooddoctor.co.id, Rabu, (26/2).

Hindari Kafein
 
Minuman yang memiliki kafein seperti teh, kopi, dan soda sebaiknya dijauhi. Ini karena minuman berkafein dapat menyebabkan cairan dalam tubuh dikeluarkan dengan cepat dan dalam jumlah yang berlebihan.

Selain itu, minuman yang manis bisa membuat kamu merasa lapar lebih cepat.

Banyak Makan sayur dan buah-buahan
Mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan adalah metode efektif yang bisa mengurangi rasa haus selama berpuasa. Selain itu, sayur dan buah juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sumber cairan tidak hanya berasal dari air putih, tetapi juga dari buah-buahan. Ini disebabkan oleh tingginya kandungan serat dalam sayur dan buah yang dapat membantu mengurangi rasa haus dan lapar.

Mentimun merupakan salah satu jenis sayuran yang paling terkenal untuk mengatasi rasa haus. Sayuran ini memiliki kemampuan menyejukkan dan meredakan dahaga. Selain itu, mentimun juga dapat membantu menjaga kesehatan saraf dan kaya akan serat selulosa yang menguntungkan.

Di sisi lain, semangka adalah jenis buah yang sangat kaya akan air, dengan kandungan sekitar 92% air, menjadikannya pilihan yang tepat untuk mengatasi dahaga saat berpuasa. Merawat agar tidak cepat merasa haus saat berpuasa ini perlu menjadi perhatian.

Hindari Makanan Asin
 
Metode untuk mencegah rasa haus yang berlebihan saat berpuasa bisa dilakukan dengan menjauhi makanan yang memiliki jumlah garam yang tinggi.

Bagi kamu yang suka menyantap makanan dengan kadar garam tinggi, seperti acar, ikan asin, atau hidangan yang kaya rempah, sebaiknya dihindari jika ingin mengurangi rasa haus saat berpuasa.

Makanan yang mengandung banyak garam dapat menyebabkan peningkatan asam lambung, yang berpengaruh pada tubuh dalam mengolah cairan, sehingga dapat meningkatkan rasa haus.

Konsumsi Yoghurt
 
Kandungan air yang mencapai 85% dalam satu cangkir yoghurt dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk mengatasi rasa haus. Kamu bisa mencampurkan yoghurt dengan berbagai jenis buah untuk disantap saat sahur atau berbuka puasa. Selain itu, yoghurt juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuhmu.

Hindari Berkeringat
 
Kegiatan yang terlalu banyak dan cuaca yang panas sebaiknya dijauhi saat berpuasa. Kegiatan seperti berolahraga dan perubahan suhu yang tajam dapat menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan. Sebaiknya lakukan hal-hal tersebut setelah berbuka puasa.
 
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan selama puasa Ramadhan agar stamina dan mental terjaga kesehatannya. Berikut tips menjaga kesehatan selama puasa Ramadhan, dilansir dari dinkes.acehprov.go.id, Rabu, (26/2).
 
Mengutamakan Sahur
 
Sahur merupakan aspek penting untuk menjaga tingkat energi kamu hingga berbuka puasa. Pastikan makanan sahurmu mengandung protein dan karbohidrat kompleks, yang dapat berasal dari telur, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, nasi merah, roti gandum utuh, serta oatmeal.

Selanjutnya, lengkapi hidanganmu dengan lemak sehat dari alpukat, ikan salmon, atau minyak zaitun, dan juga minumlah susu rendah lemak. Untuk memenuhi kebutuhan cairan, pilihlah makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti semangka, stroberi, dan blewah.

Mengonsumsi air dengan cukup
 
Kurang asupan air saat waktu berbuka dan sahur dapat membuatmu merasa lemas, mudah marah, mengalami sakit kepala, migrain, atau bahkan sembelit selama puasa. Bahkan, kondisi ini bisa menyebabkan puasamu terputus. Oleh karena itu, untuk menghindari masalah tersebut, pastikan kamu mendapatkan cukup air mineral.

Umumnya, orang dewasa dianjurkan untuk minum antara 2 sampai 3 liter atau sekitar 8 gelas air setiap harinya. Disarankan untuk mengonsumsi air putih saat sahur dan berbuka, serta sebisa mungkin menghindari minuman yang dapat menyebabkan dehidrasi, seperti kopi, teh, dan minuman berkarbonasi.

Buka Puasa dengan Makanan Bergizi
 
Perhatikan juga pilihan menu saat berbuka puasa. Mengonsumsi tiga buah kurma adalah cara yang tradisional dan sehat untuk memulai. Kurma adalah sumber serat yang mudah dicerna dan dapat membantu mengembalikan energi tubuh.

Selain itu, setelah berbuka puasa, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral, seperti daging ayam atau sapi, ikan, sayuran yang diolah dengan cara ditumis, telur, buncis, kacang polong, almond, dan beras merah. Pilihlah daging yang rendah lemak dan masak dengan cara dipanggang atau direbus.

Makan dengan porsi yang ideal
 
Hindari makan secara berlebihan saat sahur atau berbuka. Mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terlalu banyak bisa mengakibatkan perut kembung, kelelahan, dan bahkan dapat meningkatkan berat badan. Oleh karena itu, sebaiknya gabungkan makanan dalam porsi yang wajar.

Berolahraga secara teratur
 
Berpuasa bukanlah alasan untuk menghindari aktivitas fisik. Kamu tetap dianjurkan untuk berolahraga secara teratur supaya tubuh tetap sehat dan bertenaga, serta berat badanmu dapat terjaga. Pilihlah jenis olahraga dengan tingkat intensitas yang rendah atau sedang, seperti berbagi jalan, yoga, atau bersepeda santai.

Lakukan olahraga selama setengah jam setiap sore. Hindari berolahraga pada siang hari karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Atur pola tidur yang baik
 
Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Di malam hari, pastikan waktu tidur tidak kurang dari 4 jam, dan setelah sahur, kamu dapat tidur kembali, tetapi tunggu sejenak hingga perut terasa lebih nyaman. Selain itu, alokasikan waktu untuk tidur siang sekitar 20 menit.

Pertahankan hubungan dengan orang-orang terdekat
 
Terhubung dengan orang lain dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan menjaga kesehatan mental agar tetap baik. Oleh karena itu, jangan abaikan interaksi dengan orang lain meskipun sedang menjalankan puasa.

Menjaga hubungan sosial bisa dilakukan dengan merencanakan waktu untuk berbuka puasa bersama atau ikut serta dalam kegiatan keagamaan.
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore