Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 00.26 WIB

Bagaimana Awal Mula Tradisi Kentongan Sahur? Pakar Unair: Belum Ada Catatan Sejarah

Sejarah bangunkan sahur. (Pixabay/Alexandra_Koch)

JawaPos.com-Tradisi kentongan saat sahur di bulan Ramadhan barangkali sudah tidak asing bagi telinga masyarakat.

Setiap tengah malam hingga menjelang imsak, di luar rumah seringkali terdengar suara kentongan yang dibunyikan oleh kalangan pemuda, khususnya yang berada di desa.

Kentongan menjadi alat tradisional yang biasa menemani patroli sahur membangunkan masyarakat untuk segera sahur.

Namun, bagaimana sebenarnya awal mula tradisi kentongan ini dimulai?

Menurut penuturan dari dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Sarkawi B. Husain menjelaskan bahwa masih belum ditemukan catatan sejarang mengenai awal mula dari tradisi kentongan ini.

Meskipun begitu, terdapat dugaan sementara bahwa tradisi ini sudah mulai dilakukan semenjak Islam masuk di Indonesia.

“Dugaan saya, tradisi tersebut sudah ada sejak masuknya Islam di Indonesia,” ungkapnya yang dikutip dari unair.ac.id pada Kamis (21/3).

Ia juga mengungkapkan bahwa tradisi kentongan yang ada di Indonesia ini tidak memiliki hubungan secara langsung dengan tradisi yang berada di Timur Tengah.

Namun, bangsa Arab tetap memiliki tradisi membangunkan sahur sendiri yang memang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Meskipun memiliki tradisi membangunkan sahur, bangsa Arab tidak menggunakan media kentongan layaknya Indonesia, melainkan menggunakan media adzan.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore