Sejarah bangunkan sahur. (Pexels/ Craig Adderley)
JawaPos.com - Salah satu tradisi yang tidak ditemukan di bulan-bulan lain selain Ramadhan adalah tradisi membangunkan sahur.
Kegiatan ini merupakan rutinitas selama Ramadhan yang biasanya di Indonesia dilakukan oleh kalangan kawula muda.
Namun, sebenarnya bagaimana sejarah dari tradisi ini? Sejak kapan kegiatan membangunkan sahur dilakukan di bulan Ramadhan?
Baca Juga: Unik! Intip 6 Tradisi Bangunkan Sahur di Berbagai Negara, India Mengetuk Pintu dengan Tongkat Kayu
Antropolog Universitas Airlangga, Djoko Adi Prasetyo beberkan sejarah berlangsungnya kegiatan bangunkan sahur.
Menurutnya, kegiatan keliling membangunkan orang sahur saat Ramadhan merupakan tradisi yang dimiliki bangsa Arab.
Tradisi patrol sahur ini menjadi kesenian musik rakyat yang memiliki ritme tertentu namun cenderung tanpa peralatan musik diatonik (seperti piano, seruling, harmonika).
Baca Juga: Makan Sahur Tiba-tiba Terdengar Suara Adzan, Sah atau Batal Puasanya? Berikut Penjelasannya
“Penduduk di sekitar Mekkah memiliki kelompok-kelompok yang bertugas untuk membangunkan orang makan sahur. Bersenjata lentera dan gendang, mereka berkeliling ke sudut kota sambil meneriakkan bahwa waktu sahur telah tiba,” tuturnya yang dikutip dari unair.ac.id pada Kamis (21/3).
Menurut dosen kebudayaan Islam dan klasik Indonesia Unair tersebut, tradisi membangunkan sahur ini sebenarnya sudah ada semenjak Nabi Muhammad SAW.
Di era saat itu yang masih belum ada teknologi yang memadai, cara membangunkan sahurnya dengan menggunakan adzan.
“Di zaman Nabi Muhammad, belum ada pengeras suara atau alat yang dapat digunakan untuk membangunkan sahur. Karena itu, cara yang dipakai sangat sederhana, yaitu dengan mengumandangkan adzan,” tutur Djoko Adi Prasetyo.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
