
Ilustrasi tetap melakukan kegiatan produktif di bulan Ramadhan dengan puasa dopamin (pexels.com/Ruslan Burlaka).
JawaPos.com - Menjadi produktif di bulan Ramadhan seperti hari-hari biasanya tentu menjadi keinginan banyak orang yang sedang berpuasa.
Pasalnya, puasa sering kali membuat seseorang menghindari kegiatan-kegiatan produktif yang biasa dilakukan ketika hari-hari biasa, salah satunya seperti olahraga.
Namun sayangnya, kurangnya produktifitas seseorang di bulan Ramadhan karena terlanjur kecanduan melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat. Misalnya, scrolling media sosial dan bermain game online.
Kedua hal tersebut merupakan segelintir contoh dari kegiatan yang membuat seseorang kecanduan dan malas untuk melakukan kegiatan lain yang lebih produktif.
Pasalnya, kegiatan tersebut dapat memberikan efek puas dan rasa bahagia, meskipun sebenarnya kegiatan yang dilakukan tidak terlalu bermanfaat.
Jika hal ini terjadi, ada cara ampuh yang bisa dilakukan agar kembali produktif, terutama di bulan Ramadhan, waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan kegiatan positif.
Salah satu cara untuk mengembalikan produktivitas yakni dengan melakukan puasa dopamin.
Baca Juga: Simak! 5 Cara Tepat untuk Mengatur Pola Tidur Saat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan
Dopamin disebut juga hormon bahagia karena merupakan termasuk senyawa kimia di dalam otak yang memicu rasa senang dalam durasi waktu tertentu.
Hormon dopamin bisa meningkat jika melakukan kegiatan-kegiatan yang memuaskan, seperti olahraga, bermain game, membaca, dan scrolling media sosial.
Namun, jika hormon tersebut dihasilkan secara berlebihan akibat melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat, maka seseorang akan malas dan sulit merasakan kepuasan ketika melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Oleh karena itu, perlu perlu dilakukan puasa dopamin sebagai upaya untuk mengontrol dopamin dalam otak agar bisa lebih produktif.
Dilansir dari laman Medical News Today pada Minggu (17/3), berikut ini penjelasan selengkapnya seputar puasa dopamin atau dopamine detox yang dipelopori oleh Dokter Cameron Sepah.
Adapun tujuan dari puasa dopamin yakni untuk menghilangkan ketergantungan terhadap rangsangan tertentu, seperti pemberitahuan media sosial dan telepon.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
