Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 01.47 WIB

Kisah Askarina, Penyintas Kanker yang Bangkit dari Masa-masa Tersulit

Dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan Oncology Center Mayapada Hospital menangani berbagai kasus tumor dan kanker secara berkelanjutan. (Istimewa). - Image

Dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan Oncology Center Mayapada Hospital menangani berbagai kasus tumor dan kanker secara berkelanjutan. (Istimewa).

JawaPos.com - Perjalanan melawan kanker dipenuhi ketidakpastian, rasa takut, dan proses panjang yang menguras fisik maupun mental. Namun, Askarina berhasil melewati fase tersebut. Setelah menjalani terapi komprehensif selama sekitar dua tahun, penyintas kanker payudara itu kini dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang jauh lebih baik.

Askarina berhasil melewati rangkaian terapi komprehensif di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) termasuk pemeriksaan PET-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir MHJS, yang mampu mendeteksi penyebaran (metastasis) kanker ke tulang dan hati (liver), serta mendukung perjalanan terapi Askarina berjalan dengan tepat dan terukur.

Bagi Askarina, pengalaman menjalani PET-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) memiliki kesan berbeda. “Proses pemeriksaan tidak neko-neko dan berlangsung cepat, karena semuanya sudah dijelaskan dengan jelas dari awal,” ungkap Askarina dikutip Kamis (30/7).

Menurutnya, perjalanan melawan kanker bukan sekadar terapi, melainkan pengalaman berarti berkat hubungan erat dengan dokter yang mendampinginya, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM.

“Dokter Martha benar-benar selalu ada buat saya. Kalau ada berita buruk, beliau menyampaikannya dengan segenap hati supaya saya nggak kaget. Saat saya stres, beliau datang untuk menghibur, dan kalau ada berita bagus pun, beliau sama senangnya dengan saya,” tutur Askarina.

Ia juga mengaku lebih tenang sebelum pemeriksaan berkat dukungan tim perawat di MHJS. 

“Saya amazed ketika berada di ruang tunggu setelah disuntikkan FDG (zat radioaktif Fluorodeoxyglucose). Ada perawat yang membantu mematikan lampu ruangan, sehingga saya bisa benar-benar rileks, dan para dokter bisa membaca hasil pemeriksaan lebih jelas karena otak lebih rileks,” terang Askarina.

Dari Kondisi Fragile Menuju Hidup Normal Kembali
Sebagai dokter yang mendampingi Askarina selama kurang lebih dua tahun terapi, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM mengungkapkan, Askarina adalah salah satu pasien yang awalnya datang dalam keadaan fragile (rapuh), dan sekarang sudah sangat sehat, sudah living a normal life.

Martha menyampaikan, dalam penanganan kanker modern pada Askarina, evaluasi dengan PET-CT menjadi bagian penting untuk memastikan terapi berjalan optimal, termasuk mendeteksi kemungkinan penyebaran kanker (metastasis).

PET-CT: Deteksi Kanker di Tingkat Molekuler
Pemeriksaan PET-CT yang dijalani Askarina merupakan penunjang terapi yang melibatkan koordinasi tim dokter spesialis terkait. dr. Yustia Tuti, Sp.KN-TM, Subsp. Onk (K), FANMB dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, “PET-CT dalam Kedokteran Nuklir ini merupakan teknologi pencitraan berbasis nuklir yang mampu mendeteksi kelainan di tingkat molekuler, sehingga perubahan metabolisme sel kanker dalam tubuh dapat ditemukan lebih awal dibandingkan perubahan morfologi atau anatomis," kata dia.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore