Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar
JawaPos.Com - Istilah "orang toxic" kerap digunakan untuk menggambarkan individu yang secara berulang menunjukkan pola perilaku yang merugikan, mengganggu, atau merusak bagi orang-orang di sekitarnya.
Mereka cenderung menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan merugikan bagi kesejahteraan emosional dan mental orang lain.
Orang-orang "toxic" dapat memiliki berbagai sifat yang merugikan, seperti egois, manipulatif, tidak bertanggung jawab, atau merendahkan.
Penting untuk diingat bahwa orang-orang "toxic" tidak selalu menyadari dampak negatif dari perilaku mereka, dan kadang-kadang mereka mungkin juga memiliki masalah pribadi yang belum terselesaikan.
Namun demikian, interaksi dengan orang "toxic" dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional, serta dapat menjadikan hubungan interpersonal tidak sehat.
Sebelum menilai orang lain, ada baiknya kita melakukan refleksi diri. Mungkin saja kita justru termasuk “orang toxic” tersebut atau kerap memberi dampak buruk terhadap orang lain.
Dikutip melalui laman resmi djkn.kemenkeu.go.id, Selasa (7/11), Berikut ini merupakan ciri-ciri umum yang sering dikaitkan dengan sifat “toxic”, seperti :
Orang "toxic" sering kali secara terus-menerus mengkritik dan mengevaluasi orang lain tanpa memperhatikan atau menghargai kualitas atau kelebihan mereka.
Meskipun sebuah kritikan dapat membangun orang lain agar lebih baik, kritikan yang terlalu kasar dan berlebihan dapat melukai perasaan orang lain.
Cukup berikan kritik dan saran apabila lawan bicara memintanya. Jangan lupa untuk menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Penting untuk tidak terlalu mencampuri urusan orang lain dan fokus saja untuk introspeksi diri.
Hal ini dapat terlihat ketika seseorang datang dengan suasana hati yang buruk dan membuat orang-orang di sekitarnya menjadi takut untuk berinteraksi, hingga membuat suasana menjadi tidak nyaman.
Memiliki keengganan untuk meminta maaf atau menerima kesalahan merupakan salah satu ciri perilaku "toxic" yang dapat merugikan hubungan interpersonal.
Ketika melakukan kesalahan, sebaiknya kita menyadari kesalahan tersebut dan meminta maaf. Namun, seringkali terdapat seseorang yang selalu merasa dirinya benar dan sangat sulit mengucapkan kata maaf.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
