Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2024 | 23.50 WIB

Mengenal Sadfishing, Tren Mengumbar Kesedihan di Sosial Media yang dapat Berujung Gangguan Mental

Ilustrasi tanggapan pengguna media sosial ketika orang mengunggah cerita sedih. (Pinterest) - Image

Ilustrasi tanggapan pengguna media sosial ketika orang mengunggah cerita sedih. (Pinterest)

JawaPos.com - Banyak cara untuk memanfaatkan media sosial, mulai dari mencari informasi, hiburan, hingga sebagai ajang untuk pamer.

Bahkan, tak jarang orang memilih untuk menunjukkan emosi yang sedang dirasakan kepada publik, misalnya dengan mengumbar kesedihan atau sadfishing.

Menurut mereka, mengumbar kesedihan di media sosial terasa asyik untuk dilakukan. Padahal, perilaku ini bisa berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain.

Nah, berdasarkan yang dilansir dari Journal Moestopo, Selasa (9/7) menyebutkan bahwa, sadfishing sendiri merupakan fenomena memancing kesedihan atau istilah yang digunakan untuk menggambarkan tren perilaku dimana seseorang membuat klaim berlebihan tentang masalah emosional untuk menghasilkan simpati di media sosial, tujuannya jelas untuk mengumbar kesedihan dan mendapat dukungan atau perhatian dari follower-nya.

Namun, alih-alih mendapat simpati, tak jarang juga pengguna media sosial yang melakukan sadfishing justru menerima cemoohan dan komentar negatif lainnya, bahkan mengarah kepada bullying.

Dan jika berlangsung secara terus-menerus, hal ini justru berbahaya bagi kesehatan mental para pelaku sadfishing ini.

Berdasarkan yang dilansir dari situs resmi Sampoerna Academy, Selasa (9/7) disebutkan bahwa ada beberapa kemungkinan risiko yang dapat timbul ketika melakukan sadfishing, yaitu sebagai berikut:

1. Tidak Bisa Mengendalikan Diri

Orang yang melakukan sadfishing cenderung tidak bisa mengendalikan diri atau emosinya. Hal ini dapat berakibat pada bagaimana interaksi sosialnya dengan orang lain.

2. Tidak Mendapatkan Respon Berujung Frustasi dan Kecewa

Terlalu banyak mengumbar kesedihan dan mengekspresikan kesedihan tanpa kenal waktu, ini bisa membuat orang lain jadi enggan atau jaga jarak untuk tidak memberikan bantuan. 

Mengekspresikan kesedihan namun tidak kunjung mendapatkan bantuan yang diharapkan bisa berujung pada munculnya rasa frustasi dan kecewa.

3. Memicu Munculnya Gangguan Mental

Sadfishing yang tidak ditangani dengan baik atau tidak bisa dikendalikan dapat berujung pada munculnya gangguan mental yang lain, seperti memicu gejala depresi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore