Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 April 2026 | 09.54 WIB

Orang Sering Membaca Komentar Tapi Tidak Pernah Ikut Berkomentar: Ternyata Mereka Mengumpulkan 6 Jenis Informasi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sering membaca komentar./Freepik/Lifestylememory - Image

seseorang yang sering membaca komentar./Freepik/Lifestylememory

JawaPos.com - Di era digital, kolom komentar telah menjadi “ruang publik” baru. Di sana, orang berdiskusi, berdebat, berbagi pengalaman, bahkan meluapkan emosi.

Namun, tidak semua orang yang hadir di sana ikut bersuara. Ada kelompok yang memilih diam—mereka membaca hampir semua komentar, tetapi tidak pernah ikut menulis apa pun.

Fenomena ini dalam psikologi sering dikaitkan dengan istilah “silent observers” atau pengamat pasif. Mereka bukan tidak punya opini, melainkan memiliki cara berbeda dalam memproses informasi.

Menariknya, penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang-orang seperti ini sebenarnya sedang mengumpulkan berbagai jenis informasi penting secara diam-diam.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (20/4), terdapat 6 jenis informasi yang mereka kumpulkan:

1. Pola Perilaku Sosial Orang Lain

Orang yang hanya membaca komentar cenderung sangat peka terhadap bagaimana orang lain berinteraksi. Mereka memperhatikan:

Siapa yang mudah tersinggung
Siapa yang argumentatif
Siapa yang rasional atau emosional

Tanpa disadari, mereka sedang mempelajari pola perilaku sosial. Ini membantu mereka memahami dinamika kelompok, bahkan tanpa harus terlibat langsung.

Dalam psikologi sosial, ini berkaitan dengan kemampuan observasi interpersonal—kemampuan membaca situasi sosial secara akurat.

2. Opini Mayoritas vs Minoritas

Mereka juga memperhatikan arah opini dalam sebuah diskusi:

Mana pendapat yang didukung banyak orang
Mana yang ditentang
Mana yang kontroversial

Hal ini memberi mereka gambaran tentang norma sosial yang sedang berlaku. Mereka belajar memahami apa yang “diterima” dan apa yang “ditolak” oleh masyarakat.

Ini penting karena manusia secara alami ingin memahami posisi sosialnya tanpa harus mengambil risiko langsung.

3. Cara Orang Berargumentasi

Pengamat pasif sering kali memperhatikan cara orang menyampaikan pendapat, bukan hanya isi pendapat itu sendiri.

Mereka belajar:

Cara menyusun argumen yang kuat
Cara menyerang argumen orang lain
Kesalahan logika (logical fallacies)

Tanpa disadari, mereka sedang melatih kemampuan berpikir kritis hanya dengan membaca.

4. Emosi dan Reaksi Psikologis

Komentar sering kali penuh emosi—marah, senang, sinis, atau sarkastik. Orang yang tidak berkomentar biasanya mengamati:

Apa yang memicu kemarahan
Apa yang membuat orang merasa tersinggung
Bagaimana emosi menyebar dalam diskusi

Ini membantu mereka memahami dinamika emosi kolektif, yang dalam psikologi disebut sebagai emotional contagion (penularan emosi).

5. Risiko Sosial dari Berpendapat

Salah satu alasan utama mereka tidak berkomentar adalah karena mereka menyadari risiko sosial.

Dengan membaca komentar orang lain, mereka melihat langsung:

Orang yang diserang karena pendapatnya
Komentar yang disalahpahami
Konflik yang muncul dari hal sepele

Akhirnya, mereka belajar bahwa berbicara di ruang publik digital bisa memiliki konsekuensi. Ini membuat mereka lebih selektif—atau memilih diam.

6. Informasi Tersembunyi dan Perspektif Baru

Komentar sering kali berisi pengalaman pribadi atau sudut pandang yang tidak ada di konten utama.

Orang yang membaca tanpa berkomentar biasanya:

Mengumpulkan insight tambahan
Melihat berbagai perspektif
Membandingkan sudut pandang yang berbeda

Ini membuat pemahaman mereka menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan hanya membaca konten utama saja.

Kenapa Mereka Memilih Diam?

Menurut psikologi, ada beberapa alasan umum:

Introversi: lebih nyaman mengamati daripada berbicara
Self-monitoring tinggi: sangat berhati-hati terhadap citra diri
Analitis: lebih fokus memahami daripada bereaksi
Menghindari konflik: tidak ingin terlibat dalam debat yang tidak perlu

Diam bukan berarti pasif. Dalam banyak kasus, justru sebaliknya—mereka aktif secara mental.

Kesimpulan

Orang yang membaca komentar tanpa pernah ikut berkomentar bukanlah “penonton biasa.” Mereka adalah pengamat yang sedang mengumpulkan berbagai informasi penting—mulai dari perilaku sosial, emosi, hingga pola berpikir manusia.

Dalam dunia yang penuh suara, memilih diam bisa menjadi bentuk kecerdasan tersendiri. Mereka tidak sekadar melihat—mereka memahami.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore