Tips move on berdamai dengan masa lalu
JawaPos.com - Konselor Universitas Negeri Surabaya, Ramadhan Maruta bagikan tips move on agar dapat berdamai dengan masa lalu.
Alumni psikologi Unesa Surabaya ini beberkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan perlu dipahami sebelumnya tentang move on. Pasalnya, banyak yang belum begitu memahami apa itu move on dan bagaimana melakukannya.
Oleh karenanya, pakar Unesa Surabaya ini memberikan pencerahan sekaligus tips untuk move on yang baik agar dapat berdamai dengan masa lalu.
Berdamai dengan masa lalu
Perbincangan move on di dalam kajian psikologi sendiri menuai perdebatan yang panjang. Pasalnya, ingatan manusia tak seperti memori elektronik yang dapat menghapus alias melupakan sesuatu begitu saja.
Namun, meskipun tak bisa melupakan pengalaman yang telah dijalani, sekurang-kurangnya seseorang dapat memperbaiki masa lalunya.
“Sebenarnya dalam dunia psikologis move on itu sangat-sangat abstrak ya. Karena orang itu tidak bisa melupakan, tapi setidaknya orang itu bisa berdamai dengan masalahnya,” jelas Ramadhan Maruta yang dikutip dari akun YouTube Kece Media by Unesa.
Ia mengibaratkan pengalaman masa lalu, pengetahuan seseorang atau struktur otak manusia itu sebagai sebuah tembok yang dibangun dari bawah ke atas.
Jika ada tembok atau pengalaman yang rusak, adalah hal yang tidak mungkin menghancurkan tembok yang di bawah hingga ke atas.
Jika temboknya dihancurkan dari bawah, pengalaman-pengalaman yang membentuk seseorang juga akan hilang alias hancur. Oleh karenanya yang diperlukan adalah memperbaiki kerusakan tembok, untuk melanjutkan kehidupan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kita tidak mungkin menghancurkan semua tembok yang ada dari bawah ke atas. Tetapi kita masih bisa memperbaiki tembok-tembok yang rusak. Kalau kita menghancurkan semua, berarti pengetahuan kita, pengalaman-pengalaman kita di masa lalu itu juga akan ikut tergerus hilang,” tuturnya.
Pikiran yang positif
Selain berdamai dengan masa lalu, hal yang tak kalah penting dilakukan dalam move on adalah menciptakan pikiran yang positif. Pasalnya, melalui pikiran yang baik, akan mendatangkan diri yang baik.
“Obat yang paling ampuh (untuk move on) adalah bukan dari dokter, bukan dari perawat, tapi pikiran positif kita sendiri. Kalau kita memiliki pikiran yang positif, pikiran yang baik, maka kita nanti timbal baliknya ke kita juga akan baik,” jelas tim Kesehatan Mental Unesa tersebut

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
