
Ilustrasi
JawaPos.com - Pemerintah diminta untuk menahan diri dalam menyikapi penangguhan kerja sama yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan militer Australia lantaran diduga melecehkan Pancasila.
"Menurut saya, pemerintah sebaiknya sementara ini menahan diri dulu dan tidak emosional karena janji Pemerintah Australia menginvestigasinya sudah disampaikan ke publik," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf.
Dia menjelaskan, perlu ada pendalaman investigasi terlebih dahulu oleh pemerintah tentang penghinaan terhadap Pancasila itu, namun jika memang benar penghinaan itu terjadi dengan ukuran investigasi yang obyektif, tentu pemerintah harus bersikap tegas. "Silakan saja pemerintah mengambil langkah sikap tegas terkait dengan pemutusan hubungan kerja sama pertahanan," ujarnya.
Akan tetapi, lanjut Al Araf, jangan sampai terjadi kekeliruan dalam menilai penghinaan terhadap Pancasila itu, sehingga menimbulkan reaksi yang berlebihan. Karenanya, perlu pendalaman yang objektif, sehingga pemerintah dapat memiliki alasan kuat untuk memutuskan kerja sama pertahanan itu.
"Sebaiknya presiden mengambil sikap untuk memerintahkan kepada Menhan (Menteri Pertahanan) dan Panglima TNI guna menunggu prosesnya dan tidak lagi merespon secara berlebihan," tandasnya seperti diberitakan INDOPOS (Jawa Pos Group).
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga meminta agar TNI jangan emosional dan lebih kedepankan rasionalitas. "Saya sudah mendapatkan penjelasan dari perwakilan Australia di Indonesia dan mendapatkan klarifikasi atas kasus tersebut," ungkap Charles Honoris, anggota Fraksi PDIP DPR RI.
Menurut Anggota Komisi I DPR RI itu, ada oknum personel militer Australia yang diduga melecehkan Pancasila. Namun, kelakuan oknum personel militer Australia tersebut tidak mewakili pandangan Pemerintah Australia.
"Pihak Australia sudah meminta maaf, melakukan investigasi serta melakukan penindakan terhadap oknum prajurit yang diduga melakukan pelanggaran tersebut," ujarnya. (aen/yuz/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
