
Ilustrasi: pencurian data. (CyberDefenseMagazine).
JawaPos.com - Di tengah bergulirnya ide dan usulan pembentukan Angkatan Siber, Khairul Fahmi sebagai pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) mengingatkan agar rencana pembentukan angkatan keempat untuk TNI dilakukan dengan menggunakan perspektif jangka panjang.
Meski ancaman siber penting untuk ditangani, Khairul Fahmi menilai pembentukan Angkatan Siber tidak bisa sembarang dilakukan. Selain butuh banyak persiapan seperti aturan dan anggaran yang memadai, pembentukan Angkatan Siber tidak boleh menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
”Pembentukan Matra Siber TNI adalah langkah strategis yang sangat penting, namun perencanaannya harus matang dengan perspektif jangka panjang agar efektif tanpa menimbulkan masalah baru,” ungkap dia pada Minggu (15/11).
Fahmi pun turut mengomentari soal niat melibatkan masyarakat sipil untuk mengisi Angkatan Siber. Walau menarik, dia menilai niatan itu harus didalami lebih jauh. ”Isu terkait kemungkinan bahwa Angkatan Siber TNI akan diisi masyarakat sipil dengan keahlian siber yang memadai dan perbedaan perlakuan antara matra siber dan matra-matra lainnya memang menarik dan perlu dibahas secara komprehensif,” terang dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, Angkatan Siber merupakan bagian dari TNI. Sehingga prajurit TNI tetap menjadi tulang punggung matra tersebut. ”Namun, karena kompleksitas dan dinamika ancaman siber yang terus berkembang, kolaborasi dengan sipil yang memiliki keahlian dan keterampilan dalam teknologi informasi, kriptografi, dan keamanan siber sangat penting,” terang pria yang juga salah seorang founder ISESS tersebut.
Menurut dia, niatan itu bisa dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, rekrutmen militer melibatkan personel TNI yang suda ada di tiga matra dengan membuka pendidikan militer khusus di setiap jenjang. Baik di level perwira, bintara, maupun tamtama. ”Untuk mencetak prajurit dengan kualifikasi di bidang siber,” imbuhnya. Kedua, rekrutmen masyarakat sipil dari lulusan SMA-SMK sederajat dan perguruan tinggi.
Khusus opsi kedua, Fahmi menyampaikan bahwa rekrutmen tersebut tetap harus dilakukan secara ketat. ”Ini memungkinkan personel sipil berperan dalam bidang teknis sambil tetap berada di bawah komando militer, mengingat Angkatan Siber adalah bagian dari TNI dengan para prajurit sebagai kekuatan pokok,” kata dia.
”Kombinasi antara keduanya bisa menciptakan sinergi yang lebih baik antara struktur militer yang disiplin dan keterampilan teknis yang dimiliki kalangan sipil,” tambahnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
