
Curug Bibijilan di Sukabumi, Jabar. Salah satu contoh sumber mata air yang dijaga Perhutani. (Dok. Perhutani)
TIGA ribu mata air di hutan rimba Jawa adalah “nyawa” kehidupan.
Beri aku cinta yang mengalir di sungai-sungai gunung
Itulah sebaris indah dari puisi “Beri Aku,” karya Rusli Marzuki Saria. Air mengalir membawa cinta sampai jauh. Terjadi selama beratus tahun di punggung pulau Jawa. Namun, jika tak dirawat sebentar saja akan tiba bencana, seperti di Sumatera.
Kisah air di hutan Perhutani adalah nyanyian air yang menetes di sela akar dan bebatuan, lalu menjadi anak-anak sungai. Jatuh menimpa dedaunan, menyusup ke bawah akar, mengalir lagi dan berkecipak dalam dendang alam. Kayu-kayu di rimba berbisik sesamanya, menonton air kehidupan menunaikan tuhas kemanusiannya. Itulah tugas ribuan mata air di hutan Pulau Jawa.
Mata air itu ada di hutan yang bertengger di pundak Perum Perhutani. Mungkin tak sesiapa pun di pulau ini yang menjaga mata air sedemikian lama di hulunya, dalam hutan rimba Jawa, kecuali Perhutani. Data menunjukkan, setidaknya ada 2.931 mata air yang dijaga Perhutani atau hampir 3.000 banyaknya. Rinciannya Jateng 664 mata air, Jatim 1.324, dan Jabar 943 mata air.
Menara Air
Curug Citambur, Jabar. (Dok. Perhutani)
Sedemikian banyaknya, makanya kemudian, hutan yang dikelola Perum Perhutani sering disebut sebagai “menara air Pulau Jawa.” Di kawasan hutan negara jutaan hektare itu tersimpan ribuan mata air. Ini menjadi sumber air bagi desa, kota, irigasi pertanian, hingga industri. Jumlah air di bumi sejak dulu sampai sekarang, tetap sebanyak itu. Tuhan mengaturnya meski kita sering lupa.
Menurut ilmu, vegetasi hutan berfungsi menjaga daya serap tanah sehingga air hujan meresap. Lalu, tersimpan sebagai air tanah. Ketika keluar lagi, kita menyebutnya mata air yang menghidupi masyarakat.
Bengawan Solo yang sudah jadi lagu itu, Brantas dan Citarum, adalah sungai-sungai besar di pulau padat penduduk ini. Hulunya dari kawasan hutan pegunungan yang sebagian dikelola Perhutani. Jika hulu sudah rusak, maka banjir bandang, membawa lumpur, kayu dan batu akan terjadi. Musibah seperti di Sumatera akan terjadi di Jawa.
Bencana Sumatera, sesayup mata memandang di luar nalar. Desa dan kota rata tertimbun lumpur setinggi tegak. Berbau, basah, liat dan padat. Entah ke mana badan akan dibawa. Derita panjang lebih panjang dari pulau itu.
Apa rakyat Pulau Jawa mau seperti itu pula? Apalagi hutan Jawa hanya 2,4 juta hektare. Diambil pula 1,1 juta hektare untuk yang disebut “hutan sosial.” Pemerintah lupa, ribuan mata air ada di situ.
Itulah sebabnya kelestarian hutan Perhutani tidak hanya soal kehutanan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan air bagi penduduk Jawa. Mata air kehidupan Jawa ada di hulu. Jangan biarkan Perhutani sepi dalam hiruk-pikuk kehidupan.
Mata air di kawasan Perhutani, senantiasa dilindungi sebagai kawasan lindung atau sempadan mata air. Di sini dilarang menebang. Bahkan pada titik-titik tertentu dikelola bersama desa hutan, pemerintah daerah atau PDAM.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022