
Perum Perhutani menegaskan langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan melalui berbagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan upaya mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan/(Istimewa).
JawaPos.com - Perum Perhutani menegaskan langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan melalui berbagai program berkelanjutan yang terintegrasi dengan upaya mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Sebagai pengelola kawasan hutan di Pulau Jawa dan Madura, Perhutani menjalankan pengelolaan hutan secara sistematis, termasuk memetakan potensi bencana untuk meminimalkan risiko di dalam kawasan hutan. Program yang dijalankan mencakup penghijauan, rehabilitasi lahan, hingga pengembangan tanaman kehutanan yang bernilai ekologis dan ekonomis.
Direktur Utama Perum Perhutani, Tio Handoko, menegaskan bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
“Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi memastikan ekosistem hutan dapat berfungsi optimal sebagai penyangga kehidupan. Penyelamatan lahan kritis menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Sepanjang 2020–2025, Perhutani telah menanam lebih dari 357 juta bibit pohon dengan komposisi yang menyeimbangkan kebutuhan ekologi dan pengembangan ekonomi hijau. Tanaman yang dikembangkan meliputi jenis cepat tumbuh seperti balsa dan kayu putih, tanaman energi berbasis biomassa, serta jenis jangka menengah seperti Jati Plus Perhutani (JPP), pinus, sengon, damar, kesambi, dan mahoni.
Selain penanaman, Perhutani juga menggarap program penghijauan pada lahan lebih dari 200 ribu hektare di Pulau Jawa terhitung sejak 2020. Program ini diarahkan untuk menjaga daerah aliran sungai, memulihkan lahan kritis, mengurangi erosi, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Upaya rehabilitasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti tanaman rutin, tanaman pembangunan, rehabilitasi hutan lindung (RHL), hingga pengelolaan Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) dan High Conservation Value Forest (HCVF). Pelaksanaan program juga melibatkan masyarakat sekitar hutan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Memasuki 2026, Perhutani turut fokus pada pemulihan kawasan terdampak bencana, salah satunya di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Rehabilitasi dilakukan secara bertahap di lahan seluas 6,5 hektare dengan melibatkan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan komunitas lingkungan. Hingga April 2026, penanaman telah dilakukan lima kali dengan total sekitar 2.500 bibit pohon.
Kegiatan ini menggandeng berbagai pihak, seperti LMDH Sinar Burangrang, LMDH Sarimukti, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), serta Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Dukungan juga datang dari Satgas Citarum Harum dan organisasi masyarakat dalam kegiatan penanaman lanjutan.
Selain itu, rehabilitasi juga dilakukan di lereng Gunung Slamet dengan penanaman 22.ribu bibit di lahan seluas 21,5 hektare. Upaya ini bertujuan memperkuat fungsi kawasan sebagai daerah tangkapan air, menjaga kestabilan lereng, serta menekan risiko bencana seperti erosi dan longsor.
Program penghijauan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan sinergi dalam menjaga kelestarian hutan.
Di sisi lain, Perhutani juga mengintegrasikan program pemberdayaan masyarakat melalui skema agroforestry. Tercatat lebih dari 503 ribu petani hutan telah bermitra dalam pemanfaatan lahan, dengan komoditas seperti padi, jagung, hingga kopi. Skema ini tidak hanya menjaga keberlanjutan hutan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
Tio Handoko menambahkan, setiap penanaman pohon memiliki makna strategis bagi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi nasional.
“Bagi kami, setiap bibit yang tumbuh adalah harapan bagi masa depan Indonesia. Perhutani hadir untuk memastikan bahwa dari hutan, kita tidak hanya mendapatkan oksigen, tetapi juga kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Perhutani menegaskan akan terus mendorong pengelolaan hutan yang adaptif dan berkelanjutan, dengan menyeimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
