Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 15.10 WIB

Pemerintah Jamin Haji 2026 Tetap Aman dan Terjadwal Meski Situasi Timur Tengah Memanas, Seberapa Siap?

Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4)/(Istimewa).

 

JawaPos.com — Pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi berjalan sesuai rencana, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah mengalami eskalasi. Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan jemaah haji menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
 
Menteri Haji dan Umroh, K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menyampaikan perkembangan situasi di Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah dalam memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan ibadah haji.
 
Dia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, sambil memastikan jemaah Indonesia dapat menunaikan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar. Presiden telah memberikan arahan tegas agar seluruh skenario penyelenggaraan haji berorientasi pada aspek keselamatan jemaah.
 
“Eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan rencana mitigasi risiko harus didasarkan pada prinsip tersebut,” kata Irfan dalam dalam Konferensi Pers Pemerintah: Update PHTC dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4).
 
Pemerintah juga telah menetapkan fokus pengamanan secara menyeluruh. Tidak hanya saat jemaah berada di Tanah Suci, tetapi juga selama perjalanan dan distribusi logistik.
 
“Fokus pada keamanan jemaah di Arab Saudi, keamanan selama perjalanan ke/dari Arab Saudi, serta keamanan logistik selama melaksanakan ibadah haji,” jelasnya.
 
 
Meski dihadapkan pada dinamika kawasan Timur Tengah—terutama ketegangan Iran dengan Amerika-Israel— pemerintah memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal.
 
“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta otoritas Arab Saudi, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilakukan sesuai jadwal,” ucapnya.
 
Pastikan Persiapan Matang
Di sisi lain, Pemerintah sudah menyiapkan layanan haji mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi jemaah haji.
 
“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” kata Mochamad Irfan Yusuf.
 
Untuk akomodasi, pemerintah sudah menyiapkan 177 hotel di Makkah dan 100 hotel di Madinah. Untuk di wilayah Makkah, tempat menginap terletak di Jarwal, Misfalah, Raudhah, Syisyah, dan Aziziah. Sedangkan untuk Madinah, seluruh hotel berada di wilayah Markaziah.
 
Layanan kesehatan pun sudah siap. Pemerintah sudah menyiapkan 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Ada juga KKHI di Makkah maupun Madinah.
 
“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” kata Irfan.
 
Untuk layanan kesehatan ini, pemerintah bekerja sama dengan salah satu rumah sakit besar di Arab Saudi, yakni Saudi German Hospital.
 
Irfan juga memastikan kartu nusuk sudah tiba di Indonesia. Saat ini sedang dilakukan proses distribusi dan aktivasi sebelum keberangkatan.
 
Konsumsi untuk jemaah haji juga sudah dalam kondisi siap siaga. Di Makkah, pemerintah menyiapkan 51 dapur dan di Madinah 23 dapur.
 
Sektor krusial lain adalah transportasi. Pemerintah sudah menyiapkan bus untuk tiga peruntukan. Peruntukan pertama adalah bus antarkota untuk mengantar para jemaah haji untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah. 
 
Peruntukan kedua adalah bus selawat. Bus ini akan melayani pergerakan jemaah selama 24 jam ke Masjidil Haram.
 
Dan peruntukan ketiga adalah bus masyair. Bus ini akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Arafah-Muzdalifah-Mina
 
Sebagaimana diketahui, Kuota haji Indonesia pada 2026 atau 1447 Hijriah ditetapkan sebanyak 221 ribu orang. Jumlah ini terdiri atas 203.320 haji reguler atau 92 persen dan 17.680 haji khusus (8 persen).
 
Keberangkatan jemaah haji kloter pertama dijadwalkan pada 22 April 2026 dengan rute menuju Madinah, dilanjutkan ke Makkah. Sedangkan keberangkatan terakhir dijadwalkan pada 21 Mei 2026.
 
Adapun puncak ibadah haji diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026 dengan jadwal inti ibadah haji berlangsung pada 26 Mei 2026. Dan pemulangan jemaah secara bertahap akan dilakukan pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore