
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Arab Saudi, Minggu (29/3). (Kemenhaj)
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diminta lebih berhati-hati dalam membuat wacana dalam penyelenggaraan ibadah haji. Apalagi sampai membuat opsi war ticket haji.
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menilai isu yang lebih penting dibanding polemik war ticket adalah upaya mempercepat antrean keberangkatan bagi jamaah yang memiliki kondisi khusus, seperti lanjut usia (lansia) maupun jamaah dengan risiko kesehatan tinggi (risti).
“Isunya bukan sekadar war ticket, tetapi bagaimana kita bisa mempercepat antrean bagi lansia, bagi yang berisiko tinggi, dan bagi mereka yang tidak memungkinkan menunggu waktu yang terlalu panjang,” ujar Maman dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR RI dengan Kemenhaj RI di Senayan, Jakarta, Selasa (14/4).
Menurut dia, kebijakan percepatan antrean bagi jamaah yang memiliki kondisi khusus dapat menjadi solusi bagi mereka yang tidak memungkinkan menunggu terlalu lama untuk menunaikan ibadah haji.
Maman menilai skema tersebut dapat menjadi salah satu terobosan dalam mengatasi panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia yang di beberapa daerah mencapai puluhan tahun.
“Kita tidak ingin ada orang yang harus menunggu 30 atau 40 tahun lagi untuk berangkat haji, sampai mereka bertanya apakah masih memiliki umur atau tidak saat giliran itu tiba,” katanya.
Maman mengatakan Komisi VIII DPR RI berkomitmen dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan haji 2026. Ia bahkan menyebut para para anggota DPR siap menjadi juru bicara di daerah pemilihan masing-masing untuk memastikan masyarakat mengetahui kesiapan pemerintah dalam penyelenggaraan haji.
“Kami punya komitmen untuk menyukseskan haji ini. Bahkan kami siap menjadi juru bicara di daerah pemilihan masing-masing untuk menyampaikan bahwa tidak ada persiapan yang lebih sistematis dan lebih siap dibandingkan persiapan haji tahun ini,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, wacana war ticket haji mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenhaj pekan lalu. Dahnil menjelaskan, wacana ini mencuat sebagai langkah transformasi Kemenhaj dalam pengelolaan ibadah haji. Kemenhaj ingin agar antrean haji yang saat ini rata-rata mencapai 26,4 tahun dapat terus diperpendek.
“(Wacana) ini disampaikan dalam forum Rakernas Kementerian Haji yang digunakan untuk membahas persiapan perhajian di satu sisi, baik itu jangka pendek dan jangka panjang terkait tata kelola perhajian,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022