
Ilustrasi jamaah di Masjidil Haram, Makkah. (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mewacanakan war tiket haji untuk mengantisipasi antrean haji reguler yang panjang, selama kurang lebih 26 tahun. Usulan itu mendapat respons publik, lantaran menyita perhatian publik.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan pemberangkatan jemaah haji harus tetap berlandaskan prinsip keadilan.
“Penetapan perjalanan haji harus memiliki prinsip distribusi berkeadilan. Artinya, negara berkewajiban tetap memberangkatkan jemaah yang telah masuk antrean jauh sebelum adanya BPKH,” kata Selly kepada wartawan, Jumat (10/4).
Ia menilai, kebijakan masa lalu seperti dana talangan haji turut berkontribusi terhadap lonjakan jumlah pendaftar, yang berdampak pada panjangnya daftar tunggu saat ini. Hal itu merujuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Selly menjelaskan, sistem antrean berbasis nomor porsi telah diatur secara jelas dalam Pasal 20 dan Pasal 30 ayat (2) dan (3). Aturan tersebut menegaskan bahwa penempatan jemaah dilakukan secara berurutan sesuai waktu pendaftaran, sebagai bentuk keadilan dan kepastian layanan.
“Antrean adalah konsekuensi sistemik dari keterbatasan kuota, bukan akibat keberadaan satu lembaga tertentu,” tuturnya.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu memandang, wacana war tiket sebagai salah satu upaya inovasi dalam pengelolaan keberangkatan haji. Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan apa pun tetap harus berpijak pada prinsip dasar dalam UU No. 14 Tahun 2025, khususnya asas keadilan dan transparansi sebagaimana diatur dalam Pasal 2.
Saat ini, sekitar 5 juta jemaah tercatat dalam daftar antrean haji dan harus menunggu bertahun-tahun. Oleh karena itu, Selly menegaskan bahwa prioritas utama harus diberikan kepada mereka yang lebih dahulu mendaftar.
“Negara memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan keadilan bagi jemaah yang telah menunggu dalam sistem yang sah,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022