Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 00.15 WIB

3 Orang Jamaah Haji Masih Hilang, Menteri Agama Nasaruddin Umar Ungkap Alasan Belum Ditemukan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menggelar konferensi pers di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/7). (Ridwan/ JawaPos.com) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menggelar konferensi pers di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/7). (Ridwan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat tiga orang jamaah haji asal Indonesia yang belum ditemukan pasca penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Arab Saudi. Nasaruddin menjelaskan, kondisi medis para jamaah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hilangnya mereka.

“Kemudian perlu juga saya sampaikan yang sering ditanyakan wartawan mengenai nasib orang yang hilang. Jadi yang hilang itu ada penyakit dimensia, dimensia itu namanya saja dia nggak tau siapa namanya, dia lupa namanya, alamatnya apalagi,” kata Nasaruddin dalam konferensi pers di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/7).

Ia menyebut, salah satu jamaah bahkan hilang dari hotel tempat mereka menginap. Menurutnya, kondisi tersebut kerap kali terjadi oleh jamaah Indonesia.

 “Nah ini yang kita cari sekarang, karena dia hilangnya di hotel, entah ke mana. Anaknya dan istrinya pun juga ditinggalkan. Tapi memang di Indonesia sudah sering seperti itu,” ucapnya.

Menurut Nasaruddin, kondisi para jamaah ketika menjalani pemeriksaan kesehatan di tanah air sebelumnya tampak normal. Namun, cuaca ekstrem di Arab Saudi diduga menjadi pemicu kambuhnya penyakit mereka. 

“Mungkin pada saat dites, diwawancarai oleh dokter, dia dalam keadaan sedang baik-baiknya. Tapi begitu ada panas 50 derajat itu, membuat itu semakin kambuh kembali penyakitnya. Yang tiga orang ini belum ditemukan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, hingga kini pemerintah Indonesia masih terus melakukan pencarian secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. 

“Tenaga-tenaga Indonesia yang masih di Saudi Arabia sekarang tetap mencari bekerjasama dengan polisi dan pihak-pihak yang terkait di sana. Insya Allah mudah-mudahan kita berdoa semoga bisa ditemukan apakah dia dalam keadaan masih hidup maupun juga dalam keadaan lain,” ujarnya.

Nasaruddin juga menyinggung soal minimnya identitas pada beberapa jamaah, yang menyulitkan proses pencarian. Padahal, para jamaah haji sudah diberikan identitas pengenal, tetapi tanda pengenal itu terkadang tidak digunakan.

“Hanya saja gelang-gelang itu juga dibuka, yang ditemukan kemarin itu seorang ibu-ibu sama sekali nggak ada identitasnya, hanya kebetulan mirip Indonesia,” tuturnya.

Nasaruddin mencontohkan, temuan seorang jamaah perempuan yang sempat terlantar menjadi pelajaran penting. Menurutnya, saat ditemukan jamaah tersebut tidak menggunakan identitas, hanya meminta ditujukan kepada petugas jamaah Indonesia yang mengenakan seragam berwarna biru.

“Cuma ditemukan oleh orang, tanya yang pasukan biru itu, ditemukan ternyata orang Indonesia. Kalau nggak punya identitas sama sekali, gelangnya juga dibuka, paspornya nggak bawa, bahkan itu kalung-kalungnya, identitasnya nggak dibawa, ditaruh di kamarnya entah ke mana. Jadi inilah persoalannya,” papar Nasaruddin.

Karena itu, Kementerian Agama mengimbau seluruh jamaah untuk senantiasa menggunakan perlengkapan identitas yang telah disediakan. 

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar ke depan lebih disiplin, terutama untuk jamaah lansia dan yang punya riwayat penyakit bawaan,” pungkasnya.
 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore