Menteri Agama Nasaruddin Umar saat melepas calon jemaah haji di hotel Mina View, Makkah. Mereka berangkat menuju Arafah untuk melakukan wukuf. (MCH 2025)
JawaPos.com – Kementerian Agama sempat menyiapkan skema tanazul bagi sekitar 36 ribu jemaah haji Indonesia untuk mengurangi kepadatan di Mina. Namun, rencana itu harus dibatalkan menyusul keputusan Pemerintah Arab Saudi yang tidak mengizinkan tanazul bagi seluruh negara, dengan alasan keselamatan dan potensi kepadatan ekstrem.
Namun, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Lobi dilakukan agar masih diizinkan melakukan tanazul karena banyaknya jemaah haji lansia maupun risiko tinggi (risti).
“Begitu Pemerintah Saudi memutuskan tidak ada tanazul, kami langsung mengubah data dan seluruh skema yang sudah disiapkan, termasuk konsumsi dan layanan kesehatan, dalam hitungan jam. Saya ucapkan terima kasih untuk tim yang begitu kompak,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Makkah, Rabu (4/6).
Tanazul sendiri adalah skema pemulangan sebagian jemaah dari Mina ke hotel sebelum seluruh rangkaian puncak haji selesai, biasanya setelah lempar jumrah hari kedua. Pembatalan ini, kata Nasaruddin, didasarkan pada kekhawatiran Saudi bahwa jika semua negara melaksanakan tanazul serentak, bisa terjadi kepadatan yang tidak terkendali di jalur-jalur menuju hotel.
Namun, ada pengecualian. Pemerintah Saudi memberi dispensasi kepada Indonesia untuk tetap menjalankan tanazul bagi jemaah yang sangat riskan.
“Ada sekitar 3.500 jemaah yang kami laporkan kondisinya berisiko tinggi, lansia, komorbid, difabel, dan kelelahan berat. Maka khusus untuk mereka, tanazul tetap diizinkan,” jelas Nasaruddin.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 jemaah dinyatakan benar-benar dalam kondisi berat, dan sebagian di antaranya akan menjalani safari wukuf dengan skema baru.
“Safari wukuf kali ini tidak seperti konsep awal. Mereka tetap berangkat lebih awal menuju Arafah, lalu langsung ke kemah di Mina tanpa keluar, karena mobilitasnya sangat terbatas,” kata dia.
Sementara itu, sekitar 250 jemaah lainnya yang dirawat di rumah sakit dan tidak bisa bergerak sama sekali akan dibadalkan ibadahnya.
“Badal haji ini dibiayai penuh oleh Pemerintah Saudi, karena mereka sangat concern terhadap jemaah Indonesia. Satu badal haji bisa mencapai Rp 20 juta. Kalau 1.000, berarti Rp 20 miliar,” ungkap Menag.
Untuk memastikan pelaksanaan badal dan taukil berjalan sah dan aman, PPIH menunjuk mustasydin, ulama muda yang paham fikih haji. “Kami tidak menggunakan orang luar, agar tidak terjadi penipuan,” tegasnya.
Seluruh proses ini, kata Nasaruddin, merupakan hasil diplomasi yang panjang. Bahkan ambulans Indonesia menjadi satu-satunya ambulans asing yang diizinkan masuk ke kawasan Arafah dan Mina. “Ini bentuk penghormatan luar biasa dari Pemerintah Saudi kepada Indonesia,” ucapnya.
Nasruddin berharap, semua ikhtiar yang dilakukan pemerintah bersama lebih dari 2.500 petugas haji Indonesia bisa memastikan seluruh 221 ribu jemaah dapat menjalani puncak haji dengan aman.
“Tentu semua ini tetap tergantung kepada Allah, tapi secara teknis kami sudah siapkan semaksimal mungkin.”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
