
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah hiruk pikuk persiapan puncak haji yang tinggal hitungan hari, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, turun langsung meninjau kondisi calon jemaah haji Indonesia.
Pada Minggu (1/6), ia mengunjungi jemaah dari Embarkasi UPG yang menginap di Hotel Emar Al Taqwa, Makkah.
Kunjungan itu membuka banyak temuan penting, terutama terkait kebutuhan jemaah perempuan yang jumlahnya tahun ini lebih besar dari jemaah laki-laki.
“Kami mendapati masih ada beberapa jemaah yang terpisah dari rombongannya. Ada satu jemaah lansia yang sendirian,” ungkap Menteri Arifatul.
Namun ia memuji solidaritas jemaah Indonesia. “Bagusnya, meskipun bukan dari rombongan yang sama, jemaah lain memperlakukannya seperti keluarga sendiri. Ini salah satu kelebihan jemaah perempuan Indonesia,” ujarnya.
Selain persoalan kebersamaan, Menteri Arifatul juga mencatat adanya kebingungan terkait pelaksanaan ibadah saat Armuzna.
“Beberapa jemaah masih bingung soal pelaksanaan murur dan safari wukuf, tapi alhamdulillah sudah dijelaskan, dan mereka mulai memahami,” jelasnya.
Menurut dia, edukasi semacam ini penting agar semua jemaah, terutama perempuan lansia, tidak merasa canggung atau panik menjelang puncak ibadah.
Satu perhatian khusus lainnya datang dari masalah akses toilet. Menteri Arifatul menekankan bahwa durasi penggunaan toilet perempuan lebih lama dibanding laki-laki. “Kami berharap jumlah toilet untuk jemaah perempuan diperbanyak,” tegasnya.
Tak hanya itu, Menteri Arifatul menyampaikan saran praktis yang mungkin belum terpikirkan oleh sebagian jemaah: membawa pampers bagi lansia perempuan.
“Untuk antisipasi, supaya tidak najis pakaiannya ketika sulit menahan buang air kecil, kami merekomendasikan penggunaan pampers. Mudah-mudahan ini menjadi rekomendasi resmi di pelaksanaan haji tahun depan,” ujarnya.
Menjaga kesehatan fisik juga menjadi perhatian penting. Menteri Arifatul mengimbau jemaah perempuan untuk lebih fokus pada ibadah wajib, bukan memaksakan diri mengejar amalan sunah.
“Karena cuaca informasinya bisa di atas 50 derajat Celsius, lebih baik jaga kesehatan untuk melakukan yang wajib, daripada memaksakan yang sunah,” katanya.
Di sisi struktural, Menteri Arifatul mengungkapkan bahwa selama ini Kementerian PPPA belum pernah terlibat langsung dalam struktur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
“Saya sudah bicara dengan Pak Menteri Agama, dan kami akan menyiapkan modul khusus untuk jemaah perempuan,” ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
