Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 21.35 WIB

Dudung Abdurachman Sebut Transportasi dan Kontrol Jemaah Kunci Sukses Armuzna Haji 2025

Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Masjidil Haram. (MCH 2025) - Image

Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman di Masjidil Haram. (MCH 2025)

JawaPos.com – Armuzna, atau puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tinggal hitungan hari. Persiapan terus dimatangkan, termasuk di tingkat teknis di lapangan.

Minggu (1/6), anggota Amirul Hajj yang juga Penasihat Khusus Presiden Prabowo bidang Pertahanan, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, melakukan visitasi langsung ke jemaah asal Embarkasi UPG (Makassar) di Hotel Emar Al Taqwa, Makkah.

Dalam kunjungannya, Dudung menyampaikan bahwa tim Amirul Hajj sudah mengecek langsung sektor 2 yang mencakup jemaah dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Tenggara, Bogor, dan Tangerang.

“Kami langsung berinteraksi dengan para jemaah, menerima masukan-masukan secara teknis yang perlu dievaluasi, termasuk masalah kartu Nusuk dan teknis pelaksanaan di Arafah nanti,” ujarnya.

Dudung menekankan pentingnya pengendalian agar tidak ada jemaah tercecer, termasuk saat kembalinya untuk melaksanakan tawaf ifadah. Menurutnya, manajemen haji saat ini sudah lebih terkoordinasi berkat kerja sama pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.

“Ini tujuannya untuk efisiensi dan penertiban, agar pengalaman sulit di tahun 2023–2024 tidak terulang. Dengan adanya pengetatan, insyaAllah semua akan lebih tertib,” jelasnya.

Ia juga memberi pesan tegas kepada masyarakat Indonesia di tanah air. Dudung mengingatkan agar tidak ada upaya melakukan haji secara ilegal.

“Kita harus menjaga nama baik bangsa Indonesia. Ikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi supaya pelaksanaan haji berjalan lancar,” tegasnya.

Jelang Armuzna yang akan dimulai Rabu (4/6), Dudung menyebut ada dua fokus utama: transportasi dan pengendalian jemaah.

“Tadi kami cek secara teknis, terutama transportasi, termasuk jemaah yang melaksanakan murur (melewati Muzdalifah tanpa turun). Ini harus diperjelas. Juga penting untuk mengimbau jemaah supaya tidak keluar antara jam 10 pagi sampai 4 sore karena cuaca sangat panas dan berdampak pada kesehatan,” terangnya.

Dudung menekankan bahwa pihak panitia harus mengidentifikasi semua masalah, mulai dari distribusi makanan hingga koper yang belum ditemukan. “Tapi yang paling penting adalah kesiapan saat berangkat ke Arafah dan kembalinya. Ini krusial sekali,” ungkapnya.

Meski begitu, Dudung tetap optimistis bahwa pelaksanaan Armuzna bisa berjalan baik. “InsyaAllah. Kami akan terus evaluasi, termasuk nanti malam, agar semua panitia bisa waspada dan memastikan pelaksanaan haji berjalan sesuai harapan,” tutupnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore