Tim BPKH menunjukkan makanan siap saji yang akan disediakan untuk jemaah Indonesia saat haji. (MCH 2025)
JawaPos.com – Puncak haji tinggal menghitung hari. Wukuf di Arafah, yang direncanakan berlangsung pada 5 atau 6 Juni (9 Dzulhijah), kini hanya berjarak sekitar 8 hari dari Selasa (27/5).
Di balik kesibukan mempersiapkan pergerakan lebih dari 200 ribu jamaah, ada satu pekerjaan besar lain yang tak kalah penting: memastikan logistik makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan para tamu Allah selama masa puncak haji.
Sebanyak 1,2 juta lebih porsi makanan siap saji telah disiapkan oleh BPKH Limited, unit yang ditugaskan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) untuk pengadaan dan distribusi logistik pangan jemaah haji. Angka ini mencakup suplai bagi 203.320 jemaah yang akan ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kami menyiapkan enam porsi makanan siap saji untuk masing-masing jamaah, jadi totalnya lebih dari 1,2 juta porsi,” ujar Direktur BPKH Limited, Iman Nikmatullah di Mekah, Selasa (27/5).
Setiap jemaah menerima satu kardus berisi enam porsi: dua untuk sarapan, dan empat lainnya untuk makan siang dan makan malam. Rinciannya, makanan siap saji akan dibagikan untuk konsumsi pada tiga tanggal.
Pertama, 7 Dzulhijah (3 Juni) untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Lalu, 8 Dzulhijah (4 Juni) untuk sarapan sebelum berangkat ke Arafah. Terakhir, 13 Dzulhijah (9 Juni) untuk makan siang dan makan malam setelah jemaah kembali dari Mina
Imam menjelaskan, lauknya diproduksi dengan teknologi retort bertekanan dan temperatur tinggi di Indonesia, lalu dikirim ke Arab Saudi. Nasi serta nasi uduknya diproduksi di pabrik makanan siap saji Manaf milik penyedia layanan haji (syarikah) di Mekah, sebelum akhirnya direpackaging dan dikirim ke hotel-hotel jemaah.
“Lauknya ada enam jenis, termasuk rendang ayam, rendang daging, dan opor ayam,” jelas Imam. Dia memastikan, seluruh menu dirancang dengan citarasa Indonesia yang akrab bagi lidah jemaah.
“Kita perhatikan juga kandungan karbohidrat dan proteinnya, insyaallah mencukupi untuk kebutuhan gizi jemaah selama masa puncak haji,” tambahnya.
Menariknya, makanan ini dikemas sedemikian rupa sehingga awet hingga 18 bulan tanpa perlu pemanasan ulang. “Namun, untuk nasi, kalau mau lebih enak, kami sarankan direndam air panas 5–10 menit sebelum dimakan,” tutur Imam. Sementara lauknya, bisa langsung disantap tanpa dipanaskan.
Imam mengingatkan, setiap kemasan per sekali makan dibuat kedap dan higienis. Artinya, begitu kemasan dibuka, makanan harus segera dikonsumsi. Tidak boleh disisakan untuk dimakan di waktu berikutnya. “Ini demi menjaga kualitas dan keamanan makanan,” tegasnya.
Di balik suplai raksasa ini, Kemenag dan BPKH juga menyiapkan strategi distribusi yang rapat, agar semua paket makanan sampai tepat waktu dan merata ke seluruh jemaah.
“Mudah-mudahan jemaah haji dapat menikmati makanan siap saji ini dengan cara yang sehat, aman, dan tentu saja nikmat seperti seleranya Indonesia,” ujar Imam penuh optimisme.
Selain memikirkan perjalanan ibadah fisik jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pemerintah Indonesia memastikan bahwa energi mereka tetap terjaga lewat makanan bergizi yang siap disantap di tengah kesibukan manasik. Di masa puncak ibadah seperti ini, detail kecil seperti makanan bukan sekadar soal logistik, tetapi juga soal kelancaran ibadah.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
