Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 00.07 WIB

Klarifikasi Video Viral Jemaah Haji Hotel 603, Kasektor: Menunggu Rombongan, Bukan Ditelantarkan

Kasektor 6 Makkah Rebuan. (MCH 2025) - Image

Kasektor 6 Makkah Rebuan. (MCH 2025)

JawaPos.com – Sebuah video viral di TikTok menampilkan sejumlah jemaah haji Indonesia duduk-duduk di depan Hotel 603, kawasan Sektor 6 Makkah, memicu kekhawatiran publik. Dalam narasi video itu disebutkan bahwa para jemaah terlantar tanpa bantuan petugas haji. Namun, fakta sebenarnya jauh berbeda.

Kepala Sektor 6 Makkah, Rebuan, menegaskan bahwa video itu hanya menampilkan sebagian kecil proses kedatangan jemaah yang baru tiba dari Jeddah dan sedang menunggu pendataan.

“Jemaah yang diturunkan di sana adalah Jemaah Haji JKS 42. Mereka tiba di Jeddah pukul 02.00 dini hari dan sampai di hotel pukul 04.18. Saat video diambil, bus ketiga yang membawa sebagian rombongan masih dalam proses penurunan,” jelas Rebuan, Sabtu (24/5).

Ia mengurai bahwa sesuai standar operasional prosedur (SOP), jemaah tidak bisa langsung turun dari bus dan masuk hotel tanpa pendataan. Petugas sektor harus terlebih dahulu mencatat data, mengkalungkan tanda identitas hotel, memasang gelang khusus, dan menyerahkan kunci kamar kepada ketua rombongan.

“Itu semua untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan kamar dan tidak ada yang tercecer,” katanya.

Rebuan juga menegaskan, istilah ‘terlantar’ baru bisa digunakan bila jemaah tidak mendapat kamar, konsumsi, atau informasi sama sekali dalam waktu lebih dari 24 jam.

“Yang terjadi di video itu hanya jeda beberapa waktu saat proses penurunan rombongan ketiga. Jadi mohon publik tidak langsung termakan narasi negatif,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan bahwa viralnya video semacam ini sering kali terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang proses haji yang kompleks.

“Kalau ada kendala atau keluhan, silakan laporkan resmi ke petugas, jangan langsung diviralkan dengan narasi yang tidak sesuai fakta. Karena ini bisa menimbulkan keresahan yang tidak perlu,” tambahnya.

Proses pendistribusian jemaah dari bandara ke hotel di Makkah memang memerlukan koordinasi yang ketat. Setiap sektor bertugas memastikan puluhan ribu jemaah Indonesia tiba, mendapatkan akomodasi, konsumsi, dan transportasi sesuai haknya.

Di Sektor 6, Rebuan menyebut, ada ribuan jemaah yang ditangani, dengan petugas yang bekerja siang-malam.

“Prinsip kami adalah cepat, bersih, dan tuntas. Tidak boleh ada jemaah yang tertinggal, tidak boleh ada barang yang tercecer. Bahkan kalau ada laporan koper hilang atau jemaah tersesat, petugas kami langsung bergerak jemput bola,” paparnya.

Hingga saat ini, jumlah jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Makkah berdasarkan data Siskohat per Sabtu (24/5) pukul 11.00 WAS tercatat mencapai 139.783 orang. Mereka berasal dari berbagai embarkasi di Tanah Air, baik yang berangkat gelombang pertama (melalui Madinah) maupun gelombang kedua (langsung ke Jeddah).

Rebuan pun berharap, para jemaah yang saat ini sudah berada di Makkah bisa fokus mempersiapkan diri menuju fase puncak haji, yaitu wukuf di Arafah yang dijadwalkan pada 9 Dzulhijjah atau 5–6 Juni mendatang. Ia juga meminta agar jemaah tetap tenang dan mematuhi arahan petugas di lapangan. “Kami selalu siap membantu dan mendampingi jemaah sampai akhir ibadah,” pungkasnya.

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore