Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Mei 2025 | 02.48 WIB

Jemaah Haji Terpisah Rombongan, Daker Madinah Siapkan Penanganan Khusus

Tim Lansia, Disabilitas, dan PKP2JH PPIH Sidik Mulyadi menyuapi kakek yang masih belum bisa bertolak menuju Makkah karena kartu nusuknya belum keluar. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

JawaPos.com – Proses pemindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah hingga Jumat (16/5) pukul 14.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 18.00 WIB telah mencapai angka 40.029 orang dari total 203.320 jemaah.

Sementara itu, jumlah jemaah yang telah tiba di Madinah dari Indonesia sejak penerbangan pertama pada 2 Mei 2025 mencapai 102.492 orang atau 50,41 persen. Dari total tersebut, 22.083 orang merupakan jemaah lansia.

Namun, tidak semua jemaah dapat langsung diberangkatkan ke Makkah sesuai jadwal. Salah satu kendala utama adalah keterlambatan distribusi kartu Nusuk dari syarikah (perusahaan penyedia layanan haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi). Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muchlis Hanafi sebelumnya menyebut ada sekitar 35 ribu kartu Nusuk yang belum dicetak dan didistribusikan.

Padahal, kartu Nusuk merupakan identitas resmi haji yang sangat penting. Tanpa kartu tersebut, jemaah tidak bisa melewati perbatasan menuju Makkah, masuk ke Masjidil Haram, bahkan tak dapat mengikuti puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Untuk itu, Daerah Kerja (Daker) Madinah PPIH mengambil langkah cepat dengan menyiapkan hotel khusus sebagai tempat menginap jemaah yang tertunda keberangkatannya. 

“PPIH concern dalam memfasilitasi jemaah yang terpisah rombongan. Kita siapkan hotel khusus sebagai tempat menginap mereka selama menunggu jadwal keberangkatan menuju Makkah,” ujarKepala Daker Madinah, M Lutfi Makki, Jumat (16/5).

Beberapa dari jemaah yang ditampung merupakan lansia. Tim layanan lansia yang tergabung dalam PPIH secara khusus memberikan perhatian intensif, mulai dari memandikan, menyiapkan makanan, hingga mendampingi ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah.

Selama sembilan hari pemindahan dari Madinah ke Makkah sejak 8 Mei 2025, Siskohat mencatat sebanyak 99 kloter dengan total 38.932 jemaah telah diberangkatkan. Namun masih ada jemaah yang tertahan karena perbedaan syarikah ataupun kendala administratif seperti paspor yang belum ditemukan.

“Untuk yang beda syarikah, secara bertahap sudah kita berangkatkan sesuai dengan syarikah masing-masing menuju Makkah. Untuk jemaah yang belum ketemu paspornya, kita akan ajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Konjen RI di Jeddah,” sambung Makki.

Ia juga menjelaskan insiden yang terjadi pada kloter SUB 10 dari Embarkasi Surabaya. Saat hendak diberangkatkan ke Makkah pada 13 Mei lalu, koper mereka sempat diturunkan kembali dari bus akibat miskomunikasi dengan pihak syarikah. Namun situasi dapat segera diatasi, dan 264 jemaah diberangkatkan hari itu juga dengan enam armada bus Rabitat.

“Saya ucapkan terima kasih atas kesabaran jemaah sekaligus sampaikan permohonan maaf atas tertundanya keberangkatan mereka ke Makkah. Daker Madinah terus berupaya agar semua layanan bisa diberikan secara maksimal,” tutur Makki.

Dengan hari wukuf yang diperkirakan jatuh pada 5 Juni, berarti hanya tersisa 20 hari bagi PPIH untuk menyelesaikan seluruh proses pemindahan jemaah. Daker Madinah menargetkan seluruh jemaah sudah berada di Makkah paling lambat 24–25 Mei 2025.

“Fokus kita sekarang adalah mempercepat proses keberangkatan dan menyelesaikan semua kendala distribusi kartu Nusuk. Koordinasi dengan syarikah dilakukan intensif agar tidak ada jemaah yang tertinggal,” pungkas Makki.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore