Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Bagi jemaah haji lanjut usia atau yang memiliki risiko tinggi (risti), pelaksanaan niat umrah di miqat Bir Ali kini bisa dilakukan langsung dari dalam bus. Langkah ini merupakan bentuk perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah, terutama mereka yang kesulitan berjalan jauh atau berdiri lama di tengah padatnya kompleks Bir Ali, Madinah.
Hal tersebut dijelaskan oleh Moh. Khusen, Pelaksana Bimbingan Ibadah Sektor Bir Ali, yang juga dosen Fakultas Tarbiyah UIN Salatiga. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti SOP pelayanan Bir Ali, di mana jemaah lansia, risti, dan disabilitas diperbolehkan tetap di dalam bus saat miqat.
“Jemaah yang tidak kuat jalan jauh atau sedang sakit cukup melafalkan niat dari atas bus. Kami datangi dan bimbing satu per satu,” jelas Khusen saat ditemui di Sektor Bir Ali, Senin (13/5).
Menurutnya, mayoritas jemaah sudah mengenakan pakaian ihram dan mandi sunnah sejak dari hotel di Madinah. Mereka juga telah melaksanakan salat sunnah taubat atau ihram, sehingga tidak perlu turun lagi ke masjid Bir Ali untuk sekadar melafalkan niat.
“Kami periksa kesiapan ihram mereka, lalu ajak melafalkan niat bersama. Semua dilakukan dalam bus, agar tetap khusyuk dan aman bagi kondisi mereka,” tambahnya.
Khusen juga aktif berkoordinasi dengan pembimbing ibadah kloter atau ketua rombongan di setiap bus untuk memastikan bahwa jemaah yang turun dari bus juga telah melafalkan niat secara benar.
Jika ada jemaah yang belum dibimbing atau belum yakin dengan niatnya, ia akan kembali membimbing bersama secara kolektif sebelum bus berangkat ke Makkah.
Hal serupa juga disampaikan oleh Gartaman, petugas layanan lansia dan disabilitas yang juga bertugas di sektor Bir Ali. Ia mengimbau agar jemaah lansia tidak memaksakan diri turun dari bus, apalagi jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan. Salat sunnah pun, jika perlu, bisa dilakukan di atas bus.
“Daripada memaksakan diri turun dan malah kelelahan, lebih baik tetap di bus dan dibimbing oleh petugas yang memang sudah disiapkan,” ujarnya.
Hingga Selasa (13/5) pukul 10.00 WAS atau 14.00 WIB, yang merupakan hari keempat pemberangkatan dari Madinah ke Makkah, tercatat 16.382 jemaah tiba di Makkah melewati miqat Bir Ali.
Pada hari pertama, Sabtu (10/5), tercatat 74 bus dengan 2.846 jemaah; hari kedua, Minggu (11/5), 184 bus dengan 6.277 jemaah; dan hari ketiga, Senin (12/5), 203 bus dengan 8.256 jemaah.
Sebagai informasi, Masjid Bir Ali, juga dikenal sebagai Zulhulaifah, merupakan miqat makani atau batas dimulainya ihram bagi jemaah dari arah Madinah. Area ini dilengkapi toilet, tempat wudu, dan masjid megah yang terus diperluas oleh otoritas Arab Saudi.
Namun, karena area tersebut kini sedang dalam proses pembangunan, kondisi di lapangan cukup padat. Maka dari itu, kebijakan niat dari atas bus menjadi solusi terbaik bagi jemaah lansia agar tetap bisa menjalankan rukun haji dengan nyaman dan aman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
