Calon jemaah haji asal Indonesia saat perekaman data untuk kartu nusuk, Jumat (2/5) malam waktu Arab Saudi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Setiap calon jemaah haji yang datang ke Arab Saudi wajib memiliki Kartu Nusuk. Tanpa kartu ini, jemaah tidak akan bisa memasuki Makkah, apalagi mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Bisa dikatakan, kartu inilah yang menjadi “tiket utama” untuk mengakses seluruh layanan selama musim haji.
Kartu Nusuk adalah kartu identitas digital resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejak musim haji 2024. Kartu ini hanya diberikan kepada jemaah haji resmi yang memiliki visa sah.
Pemerintah Arab Saudi menggunakan sistem kartu Nusuk untuk memastikan hanya jemaah yang terdaftar secara resmi yang bisa menjalani ibadah haji. Dengan begitu, keberadaan jemaah haji ilegal bisa diminimalisasi, layanan lebih tertib, dan pelaksanaan haji berjalan lebih aman serta nyaman.
Pada musim haji 2025, kartu Nusuk ini berbahan PVC dengan ukuran panjang sekitar tiga kali kartu identitas biasa seperti KTP. Warna dasarnya dominan putih dengan akses cokelat. Di bagian depan terdapat foto jemaah, nama, serta kode batang (barcode) dan QR code.
Yang paling penting, kartu ini menyimpan data penting berupa jenis visa dan nomor visa yang bisa langsung dipindai oleh petugas keamanan Saudi. Jika ada jemaah tersesat, cukup tunjukkan Kartu Nusuk dan petugas Saudi akan tahu ke mana ia harus diarahkan.
Kartu Nusuk memiliki empat fungsi utama:
Berikut beberapa informasi yang tercantum dalam kartu:
Jika Kartu Nusuk hilang, jemaah wajib segera melapor ke kepala rombongan atau petugas di hotel. Petugas akan membantu pelaporan dan menerbitkan ulang kartu melalui syarikah. Namun, prosesnya cukup panjang.
Kartu ini wajib dibawa setiap saat dan tidak boleh dipinjamkan ke jemaah lain. Tanpa kartu, jemaah tidak bisa melanjutkan perjalanan ibadah ke Armuzna.
Distribusi kartu Nusuk pada musim haji 2025 dilakukan langsung oleh syarikah setibanya jemaah di hotel. Bahkan, untuk memastikan distribusi berjalan baik, syarikah akan memotret jemaah yang menerima kartu sebagai bukti.
“Kartu ini sangat penting. Kalau hilang atau tidak dibawa, jemaah bisa tertahan. Petugas harus betul-betul mendampingi proses distribusi ini,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah M. Luthfi Makki, Jumat (2/5) malam atau Sabtu dini hari WIB, saat distribusi dimulai di Hotel Abrajtabah, Madinah.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
