Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 19.00 WIB

Mengenal Kartu Nusuk: Identitas Digital Wajib Jemaah Haji Resmi

Calon jemaah haji asal Indonesia saat perekaman data untuk kartu nusuk, Jumat (2/5) malam waktu Arab Saudi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)


JawaPos.com
– Setiap calon jemaah haji yang datang ke Arab Saudi wajib memiliki Kartu Nusuk. Tanpa kartu ini, jemaah tidak akan bisa memasuki Makkah, apalagi mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Bisa dikatakan, kartu inilah yang menjadi “tiket utama” untuk mengakses seluruh layanan selama musim haji.

Apa Itu Kartu Nusuk?

Kartu Nusuk adalah kartu identitas digital resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejak musim haji 2024. Kartu ini hanya diberikan kepada jemaah haji resmi yang memiliki visa sah.

Pemerintah Arab Saudi menggunakan sistem kartu Nusuk untuk memastikan hanya jemaah yang terdaftar secara resmi yang bisa menjalani ibadah haji. Dengan begitu, keberadaan jemaah haji ilegal bisa diminimalisasi, layanan lebih tertib, dan pelaksanaan haji berjalan lebih aman serta nyaman.

Bentuk Kartu Nusuk

Pada musim haji 2025, kartu Nusuk ini berbahan PVC dengan ukuran panjang sekitar tiga kali kartu identitas biasa seperti KTP. Warna dasarnya dominan putih dengan akses cokelat. Di bagian depan terdapat foto jemaah, nama, serta kode batang (barcode) dan QR code.

Yang paling penting, kartu ini menyimpan data penting berupa jenis visa dan nomor visa yang bisa langsung dipindai oleh petugas keamanan Saudi. Jika ada jemaah tersesat, cukup tunjukkan Kartu Nusuk dan petugas Saudi akan tahu ke mana ia harus diarahkan.

Fungsi Kartu Nusuk

Kartu Nusuk memiliki empat fungsi utama:

  1. Verifikasi Jemaah Resmi
    Petugas dapat memindai kartu ini untuk memastikan jemaah memiliki izin berhaji.
  2. Akses Layanan di Tanah Suci
    Digunakan untuk masuk ke tenda Mina, Arafah, transportasi, dan lokasi ibadah lainnya.
  3. Mencegah Jemaah Ilegal
    Hanya pemilik kartu yang diizinkan mengikuti manasik resmi.
  4. Mempermudah Pelayanan
    Data medis, jadwal, lokasi hotel, dan layanan penting lain terintegrasi dalam kartu.

Data dalam Kartu Nusuk

Berikut beberapa informasi yang tercantum dalam kartu:

  • Nama lengkap
  • Nomor paspor
  • Negara asal
  • Nomor visa haji
  • Nama syarikah (perusahaan penyedia layanan)
  • Jadwal layanan dan akomodasi
  • QR code untuk pemindaiaN

Jika Kartu Nusuk Hilang

Jika Kartu Nusuk hilang, jemaah wajib segera melapor ke kepala rombongan atau petugas di hotel. Petugas akan membantu pelaporan dan menerbitkan ulang kartu melalui syarikah. Namun, prosesnya cukup panjang.

Kartu ini wajib dibawa setiap saat dan tidak boleh dipinjamkan ke jemaah lain. Tanpa kartu, jemaah tidak bisa melanjutkan perjalanan ibadah ke Armuzna.

Distribusi kartu Nusuk pada musim haji 2025 dilakukan langsung oleh syarikah setibanya jemaah di hotel. Bahkan, untuk memastikan distribusi berjalan baik, syarikah akan memotret jemaah yang menerima kartu sebagai bukti.

“Kartu ini sangat penting. Kalau hilang atau tidak dibawa, jemaah bisa tertahan. Petugas harus betul-betul mendampingi proses distribusi ini,” kata Kepala Daerah Kerja Madinah M. Luthfi Makki, Jumat (2/5) malam atau Sabtu dini hari WIB, saat distribusi dimulai di Hotel Abrajtabah, Madinah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore