Ketua Tim Kesehatan Penyelenggaraan Haji Indonesia (PKHI) Liliek Merhaendro Susilo. (MCH 2025)
JawaPos.com – Tradisi walimatus safar memang menjadi momen istimewa bagi calon jemaah haji di berbagai daerah. Jamuan syukuran yang biasanya digelar bersama keluarga dan kerabat itu menjadi ajang pamitan sekaligus memohon doa restu sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Namun, Ketua Tim Kesehatan Penyelenggaraan Haji Indonesia (PKHI) Liliek Merhaendro Susilo, mengingatkan agar tradisi ini tidak justru menjadi bumerang bagi kesehatan jemaah.
Dalam Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2025 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (16/4) sore, Liliek menyampaikan imbauan penting kepada para petugas dan jemaah.
Ia menyarankan agar walimatus safar diselenggarakan paling lambat satu minggu sebelum keberangkatan. “Kita masih temui tahun-tahun lalu itu, jemaah datang ke embarkasi dalam kondisi kelelahan karena walimatus safar digelar sehari sebelum berangkat. Ini berisiko,” ujarnya.
Menurut Liliek, kondisi fisik yang drop sebelum keberangkatan bisa berpengaruh besar terhadap daya tahan tubuh jemaah, apalagi saat memasuki fase ibadah yang cukup berat di Tanah Suci.
Oleh karena itu, waktu sepekan menjelang keberangkatan sebaiknya digunakan untuk istirahat penuh, bukan justru berkegiatan padat.
“Idealnya, setelah walimatus safar selesai, jemaah bisa fokus memulihkan stamina. Jangan sampai niatnya berpamitan, tapi tubuh malah terkuras,” imbuhnya.
Liliek menggarisbawahi bahwa cuaca ekstrem di Arab Saudi, terutama saat musim panas, bisa menjadi tantangan besar bagi jemaah—terutama yang lanjut usia atau masuk kategori risiko tinggi (risti). Karena itu, menjaga kebugaran sebelum terbang menjadi bagian penting dari manajemen kesehatan haji.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas fisik, pola makan, dan hidrasi sejak di Tanah Air harus diperhatikan. Salah satunya adalah membatasi aktivitas di luar rumah saat cuaca panas, dan selalu menjaga asupan air.
Pembekalan kesehatan dalam Bimtek ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah untuk menurunkan angka kasus sakit maupun wafat jemaah haji di Tanah Suci.
Salah satunya dengan mengedukasi petugas agar peka terhadap kondisi jemaah, dan mampu mengimbau keluarga agar tidak menggelar acara sosial terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan.
“Tradisi tetap bisa dijalankan, tapi jangan sampai mengorbankan kesiapan fisik. Badan sehat, ibadah pun insya Allah lancar,” pungkas Liliek.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
