Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 04.44 WIB

10 Fakta Kedatangan Haji, Kini 203 Ribu Jemaah Indonesia Siap Puncak Ibadah

Ketua PPIH Muchlis Hanafi. (MCH 2025) - Image

Ketua PPIH Muchlis Hanafi. (MCH 2025)

JawaPos.com – Setelah sebulan penuh fase kedatangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci sejak dimulai 2 Mei 2025, kini seluruh kloter yang berangkat akhirnya tiba dengan selamat di Makkah.

Kloter terakhir, gabungan dari Kloter 62 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 62) dan Kloter 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61), mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 1 Juni 2025.

Dengan berakhirnya fase ini, perhatian kini sepenuhnya tertuju pada persiapan menuju puncak haji. Jemaah Indonesia, yang telah menempuh perjalanan panjang dari tanah air sejak 2 Mei 2025, tengah bersiap menjalani rangkaian puncak ibadah: wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Mina.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran fase kedatangan ini. Ia mengakui ada tantangan yang harus dihadapi selama proses berlangsung, tetapi semua dapat teratasi secara bertahap.

“Alhamdulillah, pelayanan pada tahap kedatangan berjalan dengan lancar. Memang ada sejumlah tantangan dan itu secara bertahap dapat terselesaikan. Dan saya optimis, insya Allah, proses puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina akan berjalan lancar,” ujarnya di Makkah, Selasa (3/6).

Muchlis juga mengingatkan seluruh jemaah agar tetap fokus mempersiapkan diri untuk puncak haji yang akan dimulai pada Kamis, 5 Juni 2025. Ia berharap semua jemaah bisa menjalani ibadah dengan lancar dan pulang membawa predikat haji mabrur.

“Saya juga titip kepada seluruh jemaah untuk mendoakan kesejahteraan dan keberkahan bagi Indonesia,” tambahnya.

Berikut data layanan pada fase kedatangan jemaah haji Indonesia:

 1.⁠ ⁠Sebanyak 203.152 jemaah haji diberangkatkan ke Tanah Suci dalam 525 kelompok terbang dari 2 Mei–1 Juni 2025. Mereka diberangkatkan dengan tiga maskapai penerbangan, yaitu: Garuda Indonesia (90.215 jemaah/247 kloter), Lion Air (11.714 jemaah/28 kloter), dan Saudia Airlines (101.223 jemaah/250 kloter).

 2.⁠ ⁠Ketepatan waktu penerbangan (on time performance/OTP) sangat baik dengan rata-rata 96,6%. Catatan OTP masing-masing maskapai yaitu: Lion Air 100%, Garuda 96%, dan Saudia Airlines 96%.

 3.⁠ ⁠Jemaah haji Indonesia menempati 307 hotel, terdiri atas: 212 di Makkah dan 95 di Madinah. Penempatan jemaah di kota Makkah dilakukan berdasarkan sistem syarikah, bukan lagi kloter, sehingga memerlukan adaptasi baru dalam alur layanan.

 4.⁠ ⁠Lebih dari 10 juta boks makanan didistribusikan kepada jemaah haji Indonesia; sekitar 2,6 juta boks makanan dibagikan di Madinah dan lebih 8 juta boks di Makkah.

 5.⁠ ⁠Sebanyak 6.616 bus shalawat dioperasikan untuk melayani pergerakan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram (pergi-pulang) selama 24 jam. Jumlah armada ini dihitung sejak hari pertama kedatangan jemaah di Makkah hingga jelang pelaksanaan puncak haji.

 6.⁠ ⁠Sebanyak 104.462 jemaah mendapatkan layanan kesehatan di kloter, serta 905 jemaah di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik di Makkah maupun Madinah. Tercatat ada 138 jemaah dirawat di RSAS Makkah, 6 jemaah dirawat di RSAS Jeddah, dan 4 jemaah dirawat di RSAS Madinah.

 7.⁠ ⁠Sebanyak 7.902 petugas dan jemaah haji membayar Dam/Hadyu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dengan nilai sekitar Rp19 miliar, untuk disembelih di Tanah Air. Kami juga melakukan sosialisasi pembayaran Dam melalui Adohi sesuai anjuran pemerintah Arab Saudi bagi jemaah yang ingin Dam/Hadyu-nya disembelih di Tanah Suci.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore