Calon Jemaah Haji Indonesia yang menggunakan layanan bus Shalawat untuk beribadah di Masjidil Haram tiba di terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Senin (12/5). (Andika/MCH 2025)
JawaPos.com – Proses pemindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah telah memasuki hari keempat pada Selasa (13/5). Skala pergerakan semakin besar.
Hingga pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 14.00 WIB, tercatat sudah 42 kloter dengan 16.382 jemaah yang tiba di Makkah.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi pun terus bertambah. Berdasarkan data Siskohat, hingga Selasa pagi, sudah 219 kloter atau 41,71 persen dari total 525 kloter yang mendarat di Madinah.
Total jemaah yang diberangkatkan mencapai 85.195 orang, atau 41,9 persen dari kuota nasional 203.320.
Dari jumlah itu, sebanyak 18.341 jemaah adalah lansia, setara dengan 21,52 persen dari total jemaah yang sudah tiba.
Hari ini saja, sudah ada 8 kloter dengan 3.190 jemaah, termasuk 574 lansia, yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Sayangnya, kabar duka kembali datang: jumlah jemaah wafat kini tercatat 10 orang (7 laki-laki dan 3 perempuan).
Tantangan besar yang dihadapi para jemaah dalam proses perpindahan ini datang dari kondisi cuaca ekstrem di dua kota suci.
Berdasarkan laporan prakiraan cuaca dari The Weather Channel, suhu di Makkah dan Madinah pada Selasa pagi kembali menunjukkan angka tinggi yang mengkhawatirkan.
Di Makkah, suhu sudah mencapai 37 derajat Celsius pada pukul 10 pagi, dengan puncak suhu diprediksi menembus 43 derajat.
Kelembapan hanya 15 persen dengan indeks ultraviolet (UV) berada pada level 8 dari 11, kategori sangat tinggi. Kondisi langit cerah tanpa awan, dengan angin sepoi dari arah barat daya sebesar 5 kilometer per jam.
Sementara itu, di Madinah suhu pagi hari tercatat 35 derajat Celsius dan diperkirakan mencapai 41 derajat pada siang hari.
Kelembapan hanya 9 persen dengan tekanan udara menurun, dan angin bertiup 11 kilometer per jam dari timur laut. Sama seperti di Makkah, indeks UV juga menyentuh angka 8, yang menandakan bahaya bagi kulit dan tubuh jika terpapar langsung sinar matahari dalam waktu lama.
Kondisi ini membuat risiko dehidrasi dan heat stroke semakin tinggi, terutama bagi jemaah lansia atau mereka yang memiliki komorbid.
Petugas haji pun mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri untuk beraktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Pelindung kepala seperti topi, payung, atau sorban sangat disarankan, begitu pula konsumsi air secara berkala meskipun tidak merasa haus.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
